CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Mengacu data geoportal Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), selama 1-23 Januari 2026, tercatat ada 175 kejadian bencana alam di Indonesia.
Bencana menurut jenisnya, paling banyak banjir, dengan 113 kejadian.
Disusul cuaca ekstrem sebanyak 37 kejadian. Adapun bencana paling sedikit adalah gempa bumi dengan 1 kejadian. BNPB pun belum mencatatkan kasus kekeringan, erupsi gunung api, dan tsunami.
Berikut daftar jenis bencana alam yang terjadi di Indonesia selama 1-23 Januari 2026:
Banjir: 113 kejadian
Cuaca ekstrem: 37 kejadian
Tanah longsor: 13 kejadian
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla): 9 kejadian
Gelombang pasang dan abrasi: 2 kejadian
Gempa bumi: 1 kejadian
Kekeringan: 0 kejadian
Erupsi gunung api: 0 kejadian
Tsunami: 0 kejadian.
Bencana tersebut menyebabkan 33 orang meninggal dunia. Lalu ada 1.517 orang luka-luka, 2 hilang, dan 1,05 juta orang menderita serta mengungsi.
Dampak lain yang ditimbulkan adalah 1.842 rumah rusak, dengan tingkat ringan, sedang, hingga berat. Bencana juga membuat 2 rumah ibadah rusak.
Mengawali 2026, di antara berbagai jenis bencana yang terjadi, banjir muncul sebagai kejadian paling dominan dan melanda banyak wilayah dalam waktu yang relatif singkat.
Tingginya curah hujan, perubahan pola iklim, serta kondisi lingkungan yang rentan membuat banjir masih mendominasi daftar bencana yang paling sering terjadi.
Dampaknya pun meluas, tidak hanya menimbulkan kerusakan pada infrastruktur dan kawasan permukiman, tetapi juga menghambat aktivitas ekonomi serta keseharian masyarakat.
Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, terdapat total 205 kejadian bencana di Indonesia sepanjang 2026, dengan 127 di antaranya merupakan bencana banjir.
Angka ini menegaskan bahwa persoalan banjir belum sepenuhnya tertangani dan memerlukan upaya mitigasi yang lebih komprehensif.
Adapun cuaca ekstrem tercatat sebanyak 46 kejadian, diikuti 15 kejadian tanah longsor, 14 kali kebakaran hutan dan lahan (karhutla), 2 kejadian gelombang pasang dan abrasi, serta sebuah kejadian gempa bumi.
Adapun bencana alam ini mengakibatkan 57 orang meninggal dunia, 2 orang hilang, 1.528 luka-luka, dan 1,14 juta orang menderita dan mengungsi.
Tidak hanya itu, sebanyak 1.059 rumah mengalami kerusakan ringan, 533 rusak sedang, dan 519 rusak berat. Tidak hanya tempat tinggal, bencana ini juga mengakibatkan kerusakan pada 4 fasilitas umum, terdiri atas 1 satuan pendidikan, 2 rumah ibadat, dan 1 fasyankes.
Pewarta: Puerto Andika

















