CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kaltim, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di provinsi ini tembus ratusan ribu kasus.
Menurut data Dinkes Kaltim, dari Januari sampai medio Oktober 2026, Balikpapan mencatatkan angka tertinggi dengan 91.895 kasus, disusul Kota Samarinda sebanyak 65.982 kasus.
Untuk itu, Pemerintah Provinsi Kaltim mengimbau masyarakat waspada terhadap ancaman ISPA di tengah kabut asap kebakaran hutan dan lahan- Karhutla.
Selain imbauan kewaspadaan Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim juga menyiagakan seluruh jaringan pusat kesehatan masyarakat.
Kadinkes Kaltim, Andi Muhammad Ishak menjelaskan langkah ini mengoptimalkan penanganan medis bagi pasien ISPA di Balikpapan dan Samarinda.
“Puskesmas di dua pusat perkotaan iin disiapkerjakan mempercepat deteksi dini serta pelayanan kesehatan paru bagi warga,” papar Andi.
Kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dasar ditempuh merespons tingginya akumulasi temuan kasus pernapasan yang terpusat di kawasan padat penduduk hingga pekan ke-40 tahun 2026.
“Kepadatan populasi, mobilitas transportasi yang tinggi, dan dinamika industri menjadi pemicu utama melonjaknya angka paparan ISPA di area perkotaan,” ujar Andi.
Ia berujar, pihaknya telah memobilisasi ketersediaan stok obat-obatan, tabung oksigen, serta alat pelindung diri secara merata di seluruh unit puskesmas Balikpapan dan Samarinda.
Penguatan kapasitas medis dan tim surveilans cepat juga ditingkatkan memantau pergerakan tren penyakit secara berkala dari tingkat kelurahan.
Pihaknya menginstruksikan tenaga kesehatan puskesmas untuk memberikan perhatian ekstra.
“Terutama kepada kelompok rentan seperti balita dan lansia,” imbuh Andi.
Selain penanganan klinis, jaringan puskesmas turut gencar mengedukasi masyarakat ihwal penerapan pola hidup bersih dan sehat.
Serta pentingnya penggunaan masker saat berada di luar ruangan.
Warga yang mengalami gejala batuk, sesak napas atau demam diimbau untuk segera mendatangi puskesmas terdekat guna mendapatkan penanganan medis yang tepat secara gratis.
“Masyarakat dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar gangguan pernapasan tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih berat,” ucap Andi.
Pemerintah Provinsi Kaltim terus mempererat sinergi bersama pemerintah kota dalam menjaga keandalan fasilitas kesehatan dan kecukupan logistik medis.
Sebelumnya diwartakan Dinas Kesehatan Kaltim mencatat, sejak Januari sampai medio Oktober 2026, ada sekitar 320.000 kasus ISPA termasuk anak-anak.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Andi menyebut, ada kemungkinan kasus gangguan pernapasan ini terkait dengan kabut asap karhutla, yang masih terus terjadi sejak beberapa pekan terakhir.
Ia pun mengingatkan agar masyarakat tidak menganggap remeh dampak dari kabut asap karhutla. Terutama bagi mereka yang beraktivitas di luar ruangan.
”Jangan menganggap enteng asap ini. Ada ancaman bahaya soal partikel halusnya,” jelasnya, Sabtu. Meski sejauh ini kasus bisa ditangani, sejumlah kasus sudah sembuh tapi kewaspadaan harus tetap dijaga.
Terlebih, kabut asap pekat yang menyelimuti Kaltim, berdampak pada kesehatan anak-anak. Gangguan ISPA juga dialami anak-anak.
“Ada anak batita yang sebulan mengalami batuk dan pilek,” ingatnya. Pihaknya memastikan sarana, prasarana, dan obat-obatan di puskesmas hingga rumah sakit tidak kekurangan.
Pewarta: Ruslan

















