Perjalanan perbankan syariah di Indonesia begitu panjang. Dimulai lewat gagasan era 1980-an. Kala itu muncul diskusi di kalangan akademisi dan tokoh Islam.
Diskusi membahas soal penerapan sistem perbankan tanpa bunga atau bebas riba. Pada 19–20 Agustus 1990, Majelis Ulama Indonesia menghelat lokakarya bank Islam di Cisarua, Bogor.
Diskusi berkembang sampai berdirinya perbankan syariah. Yakni lewat pendirian PT Bank Muamalat Indonesia, 1 November 1991. Berdiri dengan dukungan MUI, Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia, pengusaha dan jamaah haji.
Setahun berikutnya, BMI mulai beroperasi komersial sebagai bank syariah pertama di Indonesia. Kini, perkembangan perbankan syariah kian menjamur. Bahkan dibuat regulasi lebih spesifik.
Perbankan syariah dikenal sebagai sistem perbankan yang beroperasi sesuai prinsip Islam dan diatur lewat UU No. 21 Tahun 2008. Sistem ini dikembangkan untuk mendukung perekonomian yang adil, etis, dan transparan.
Tak hanya pemerintah yang memiliki bank syariah. Perbankan swasta terbesar: BCA, tak mau kalah. Sejak 2010, lewat anak usahanya mendirikan BCA Syariah.
Menukil laman resminya, PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah), anak usaha dari PT Bank Central Asia Tbk., mulai beroperasi sebagai Bank Umum Syariah pada 5 April 2010.
Per Juni 2026, total Aset BCA Syariah telah mencapai Rp20,7 triliun tumbuh 17,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy).
“Penyaluran pembiayaan BCA Syariah tercatat sebesar Rp13,6 triliun tumbuh 20,5% yoy. Dana Pihak Ketiga mencapai Rp15,4 triliun atau meningkat sebesar 10,2% yoy,” begitu bunyi keterangan perusahaan di situs resminya, dikutip di Balikpapan Jumat, 23 Oktober 2026.
BCA Syariah terhubung Dukcapil untuk memastikan keabsahan data dan menambah lapisan keamanan berupa video call dengan agen HaloBCA. Transaksi dijaga dua kode: akses login dan PIN otorisasi.
Lebih dekat dengan BCA Syariah
BCA Syariah punya perjalanan berliku, sebelum menjadi pilihan perbankan umat. Lewat situs resminya, dijelaskan sejarah BCA Syariah hadir memenuhi kebutuhan perbankan syariah yang andal dan terpercaya.
PT. Bank BCA Syariah hasil konversi dari akuisisi PT. Bank Central Asia Tbk (BCA) tahun 2009 terhadap PT Bank Utama Internasional Bank (Bank UIB) via Akta Akuisisi 12 Juni 2009.
Bank UIB, awalnya bank dengan usahanya sebagai bank umum konvensional, lalu mengubahnya menjadi bank yang menjalankan kegiatan usaha berdasar prinsip Syariah. Lantaran itu Bank UIB mengubah namanya menjadi BCA Syariah.
Perbankan syariah saat ini telah berevolusi menjadi bagian modern lifestyle.
Menukil data OJK, sampai Maret 2026 industri perbankan syariah mencatat pertumbuhan aset dua digit sebesar 10,49 persen (yoy) atau sebesar Rp1.061,61 triliun.
Pembiayaan perbankan syariah juga tumbuh sebesar 9,82 persen yoy menjadi Rp716,40 triliun, lebih tinggi dibanding pertumbuhan nasional, didukung pertumbuhan Dana Pihak Ketiga sebesar 11,14 persen yoy menjadi Rp811,76 triliun.
Khusus di Kalimantan Timur, mengacu data BI (2026), total penyaluran pembiayaan syariah di provinsi ini melesat mencapai Rp18,34 triliun.
Pertumbuhan tahunan (year-on-year) sebesar 18,03%. Lonjakan ini jadi bukti sektor usaha di Kaltim, masih bergantung kuat pada pembiayaan perbankan. Tak terkecuali perbankan syariah.
Rudi Agung

















