CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus melakukan beragam inovasi untuk memberi pelayanan publik secara maksimal.
Selain itu, Pemkab PPU mulai menyiapkan sumber daya manusia (SDM) khususnya warga lokal, agar bisa mengambil bagian dan menangkap peluang ekonomi seiring melesatnya pembangunan Ibu Kota Nusantara- IKN.
Sekretaris Daerah PPU, Tohar, menyampaikan peningkatan kualitas SDM dan pelaku usaha lokal menjadi salah satu langkah yang terus digencarkan Pemkab.
Ia berujar keberadaan IKN tidak bisa hanya dilihat dari pembangunan fisik.
“Masyarakat di daerah penyangga, perlu memiliki kemampuan dan usaha yang mampu mengikuti perubahan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan ibu kota baru,” ujar Tohar, belum lama ini.
Katanya, pembangunan infrastruktur IKN memang memberikan perubahan terhadap konektivitas wilayah. Tetapi, manfaat ekonomi yang lebih luas masih membutuhkan waktu seiring tingginya mobilitas masyarakat dan barang.
“Dampak ikutannya perlu waktu. Kemajuan daerah nanti ditandai mobilisasi orang dan barang,” imbuhnya.
Karena itu, lanjut Tohar, Pemkab PPU mengambil beberapa langkah taktis untuk meningkatkan kesiapan masyarakat.
Semisal untuk anak usia sekolah, saat ini Pemerintah PPU mendorong pemenuhan wajib belajar. Sedangkan masyarakat yang ingin masuk dunia kerja diarahkan mengikuti pelatihan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) dengan materi yang disesuaikan kebutuhan pasar.
Dukungan juga diberikan kepada masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui program beasiswa yang disiapkan Pemkab PPU, di samping bantuan pendidikan dari pemerintah provinsi.
Di sektor usaha, Pemda berupaya membuka akses pembiayaan sekaligus memperluas pasar bagi UMKM. Salah satunya melalui fasilitas kredit bagi pelaku usaha serta pembiayaan alat dan mesin pertanian (alsintan) dengan bunga yang relatif rendah.
“Pertama, penyertaan dana ke perbankan untuk kredit alsintan pertanian dengan bunga sangat murah, sekitar 4 persen. Kedua, fasilitas kredit UMKM,” jelasnya.
Pemkab PPU turut memanfaatkan kawasan Alun-alun Penajam (Penyembalum) sebagai ruang aktivitas ekonomi masyarakat.
Tohar berujar, agenda rutin yang digelar setiap malam minggu menjadi salah satu wadah bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya.
Ia menjelaskan, jumlah pelaku usaha yang sebelumnya hanya sekitar 29 UMKM kini berkembang menjadi ratusan.
Pemerintah daerah juga mendorong produk lokal masuk ke pasar digital melalui fasilitasi perangkat daerah terkait, termasuk ke sejumlah platform perdagangan elektronik.
Katanya, langkah ini diharapkan membuat masyarakat PPU tidak hanya merasakan perubahan dari sisi infrastruktur akibat pembangunan IKN.
“Tetapi juga mampu memperoleh manfaat dari terbukanya aktivitas ekonomi baru di kawasan terkait,” harap Tohar. (ADV)
Pewarta: Agung

















