Hidayat Taulan – darimedia.ID — Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, berupaya melakukan percepatan pembangunan ekonomi dengan berbagai pola. Salah satunya mengembangkan dan meningkatkan transportasi.
Layanan transportasi itu akan dibuat terintegrasi antara sungai dan darat, hingga konektivitas dengan daerah di provinsi lain.
“Pemda Mahulu terus mendorong penguatan konektivitas wilayah melalui pengembangan sistem transportasi yang terintegrasi, karena transportasi merupakan faktor penting untuk memacu pertumbuhan ekonomi,” papar Asisten II Setkab Mahulu, Wenefrida Kayang, Ahad (12/5/2025).
Menurutnya karakter geografis Mahulu yang didominasi perbukitan dan aliran Sungai Mahakam dan sejumlah anak sungainya, menjadikan transportasi sebagai aspek vital.
Terutama dalam mendukung mobilitas penduduk serta distribusi barang dan jasa.
Karena itu, interkoneksi transportasi memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara menyeluruh, karena tanpa ada transportasi yang baik, maka aktivitas akan terhambat.
Lakukan Kajian
Komitmen mewujudkan konektivitas wilayah melalui transportasi terintegrasi ini, telah dibuktikan melalui kajian yang dilakukan kerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional (LPPM ITN) Malang, Jawa Timur.
Kajian tersebut merupakan lanjutan dari penyusunan dokumen Tata Ruang Transportasi Lokal (Tatralok) yang dikerjakan sebelumnya, dengan tujuan untuk menciptakan sistem transportasi berkelanjutan dan terintegrasi.
“Kami harap kajian ini mampu memberikan arah yang jelas dalam perencanaan simpul dan jaringan trayek transportasi baik darat maupun sungai, karena layanan angkutan harus memenuhi prinsip kepastian, kelayakan, efisiensi, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Selain menyusun sistem trayek yang efisien, kajian ini juga dimaksudkan untuk menggali potensi pembukaan akses transportasi baru.
Sedangkan beberapa rencana trayek yang sedang dipertimbangkan. Antara lain trayek Ujoh Bilang – Kabupaten Malinau (Kalimantan Utara) melalui jalur Sumalindo, guna mempererat koneksi antar wilayah perbatasan.
Kemudian trayek Ujoh Bilang – Putussibau (Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat). Ini diharapkan menjadi penghubung lintas provinsi strategis, dan sejumlah trayek potensial lainnya yang tengah dikaji lebih lanjut.
Ia juga memberi apresiasi kepada seluruh tim LPPM ITN Malang atas komitmen dan kontribusi mereka dalam pelaksanaan kajian. Sehingga diharapkan sinergi antara Pemkab Mahulu dan akademisi ini terus terjalin.
Terutama untuk mewujudkan daerah yang maju, sejahtera, dan berkeadilan. (Anr)

















