CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Mulai November tahun ini, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara membuka peluang pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi atau SNT, di Kecamatan Babulu, PPU, Kalimantan Timur.
Kepastian sertifikat lahan yang kini telah terbit menjadi dasar Pemkab PPU untuk kembali meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mempertahankan daerah ini menjadi daftar lokasi pembangunan SNT tahun 2026.
Plt Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga PPU, Muhtar, mengatakan sebelumnya pembangunan SNT diperkirakan baru dapat dimulai Maret atau April 2027.
“Sebab, dokumen lahan belum memenuhi persyaratan,” terangnya, Kamis 17 September 2026.
Namun, lanjut Muhtar, kondisinya kini berubah setelah sertifikat lahan dan dokumen kriteria kesiapan pembangunan berhasil diterbitkan.
Katanya, Pemerintah Kabupaten PPU tengah menuntaskan dokumen UKL-UPL sebagai salah satu persyaratan pendukung.
“Awalnya ada kemungkinan pembangunan bergeser ke Maret atau April karena sertifikat belum terbit. Sekarang sertifikatnya sudah keluar, jadi kami kembali mengupayakan agar pembangunan tetap bisa dimulai November,” jelas Muhtar.
Ia mengaku bersyukurdengan terpenuhinya sejumlah persyaratan Pemkab PPU bisa mengirimkan surat kepada Kemendikdasmen.
Pemkab meminta agar daerah yang bertepatan dengan lokasi IKN ini tetap dipertimbangkan masuk dalam kelompok daerah yang mendapatkan pembangunan SNT pada tahun 2026.
Muhtar menyampaikan, ada sekitar 17 kabupaten/kota yang saat ini dinilai telah memenuhi kesiapan untuk pembangunan SNT.
Penetapan akhir lokasi tersebut masih menunggu pengesahan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti.
“Kami telah menyampaikan kembali kesiapan daerah. Harapannya, PPU masih bisa masuk dalam kelompok pembangunan yang dilaksanakan tahun ini,” imbuh Muhtar.
Sebagai pengingat, SNT termasuk program pendidikan yang mengintegrasikan jenjang SMP dan SMA dalam satu kawasan pendidikan.
Konsep ini tak hanya menyediakan ruang belajar, tapi juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang kegiatan siswa.
Di PPU, pembangunan SNT direncanakan menelan anggaran sekitar Rp250 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan ruang kelas, ruang guru, laboratorium, fasilitas olahraga hingga sarana pendukung lainnya.
Kompleks SNT juga dirancang memiliki fasilitas asrama. Kapasitas keseluruhan yang direncanakan mencapai sekitar 5.000 siswa.
“Nilai pembangunannya sekitar Rp250 miliar. Fasilitasnya mencakup ruang kelas, ruang guru, laboratorium, sarana olahraga dan fasilitas lainnya, termasuk asrama,” paparnya.
Saat ini Pemerintah Kabupaten PPU tengah menyusun dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL) untuk pembangunan SNT terkait.
Sekretaris Disdikpora PPU, Durajat mengatakan, dokumen UKL-UPL salah satu syarat administrasi yang harus dipenuhi Pemkab PPU sebelum pembangunan fisik SNT dikerjakan pemerintah pusat.
Disdikpora PPU tengah melakukan penyusunan dokumen UKL-UPL Sekolah Nasional Terintegrasi.
Dalam pembahasan UKL-UPL SNT, Disdikpora melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, Badan Perencanaan dan Pengembangan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, pemerintah Kecamatan Babulu dan pemerintah Desa Babulu Darat.
“Kami menargetkan dokumen UKL-UPL untuk pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi rampung di bulan Oktober,” jelasnya. Jika dokumen UKL-UPL SNT rampung, selanjutnya akan diserahkan ke pemerintah pusat.
Ia berharap, rencana pembangunan SNT di Desa Babulu Darat direalisasikan pemerintah pusat di akhir tahun anggaran 2026.
“Informasi awal, SNT dimulai tahap pembangunannya bulan November 2026,” jelasnya. (ADV)
Pewarta: Agung

















