CENDANA NETWORK, DARI MEDIA.ID – Kebakaran hutan dan lahannaka karhutla, masih terjadi di provinsi Kalimantan Timur.
Bahkan, per 11 Oktober 2026, karhutla telah mencapai 8.516 hektare berdasarkan rekapitulasi data kejadian.
Mengacu Laporan Harian Posko Siaga Darurat Bencana Karhutla Provinsi Kaltim per hari Minggu (11/10), pantauan satelit mendeteksi 124 titik hotspot.
Dari jumlah itu, sembilan titik titik api memiliki tingkat kepercayaan tinggi, masing-masing tersebar di Paser sebanyak tiga titik, Samarinda tiga titik, Penajam Paser Utara dua titik, dan Balikpapan satu titik.
Laporan yang sama mencatat luas indikatif lahan terbakar secara keseluruhan mencapai 2.715,76 hektare.
Sedangkan rekapitulasi kejadian karhutla mencatat total area terbakar 8.516,68 hektare dari 2.101 titik api.
Dampaknya tidak hanya menyangkut lahan yang terbakar. Kualitas udara berdasarkan parameter ISPU PM2.5 di wilayah Kaltim secara umum berada pada kategori tidak sehat.
Sehingga penanganan karhutla juga berkaitan risiko paparan asap terhadap masyarakat.
Meski begitu, operasi pemadaman pada 11 Oktober menunjukkan hasil positif.
Satgas gabungani berhasil memadamkan lahan seluas 10,41 hektare dari sembilan titik firespot yang ditangani di Paser, Samarinda, PPU, dan Balikpapan.
Tidak ada sisa lahan terbakar dari sembilan titik yang menjadi sasaran operasi hari itu.
Operasi itu didukung 11.711 personel Satgas Darat dari unsur Kodam VI Mulawarman, Polda Kaltim, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan instansi terkait lainnya.
Di Balikpapan, karhutla juga terjadi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Balikpapan mencatat ada 127 kejadian hingga saat ini.
“Per 12 Oktober 2026 pukul 09.00 Wita, telah tercatat sebanyak 127 kejadian kebakaran lahan di Kota Balikpapan sepanjang tahun 2026,” kata Kepala BPBD Kota Balikpapan Usman Ali, Senin (12/10/2026).
Karhutla di Kota Minyak menimpa lahan yang didominasi tanaman jenis vegetasi. Total luas lahan yang terbakar sekitar 81 hektare.
“Perkiraan total luas lahan terbakar mencapai 81 hektar atau setara dengan 810.156 meter persegi,” jelasnya.
Ia menambahkan, karhutla di Balikpapan menimpa (ahan yang dipenuhi ilalang dan semak belukar.
Menukil laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kabut asap di Balikpapan dipengaruhi akumulasi asap karhutla.
Menurut laporan pandangan mata, kondisi udara Kota Minyak, terutama pagi hari, lebih pekat dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Kondisi ini juga membuat jarak pandang terbatas meski masih dalam batas normal.
Ketua Tim Kerja Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Sepinggan Balikpapan, Huda Abshor Mukhsinin, mengatakan kepekatan asap terutama terlihat pada pagi hari ketika suhu udara cenderung lebih rendah.
Selain di Balikpapan, karhutla juga terjadi di wilayah Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara. Di PPU dilaporkan semakin intens.
Kondisi ini menambah sumber asap di wilayah selatan Kaltim.
“Wilayah PPU dan Paser juga mengalami karhutla yang semakin intens. Ini membuat potensi panas di wilayah selatan Kalimantan meningkat,” jelasnya.
Pewarta: Ruslan

















