CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Pemerintah melakukan langkah besar untuk memperkuat konektivitas antara Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah melalui proyek tahun jamak.
Salah satunya proyek infrastruktur yang menghubungkan dua provinsi di Kalimantan, terus menunjukkan progres nyata. Jalur vital yang menghubungkan Simpang Blusuh hingga Batas Kalteng, saat ini mendapat cuan segar dengan dukungan anggaran Rp183 miliar dari skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
Pejabat Pembuat Komitmen 1.3 BBPJN Kaltim untuk Ruas Sp Blusuh-Bts Kalteng, Joko Sidik, mengatakan, langkah besar ini diambil untuk mengatasi kendala transportasi di jalan kelas III tersebut.
Apalagi saat ini ruas jalan total sepanjang 89,5 km, sekitar 51,05 km di antaranya berada dalam kondisi rusak berat.
Pihaknya meyakini proyek infrastruktur ini, selain memperbagus jalan yang rusak, juga berpotensi meningkatkan pertumbuhan lokal.
“Kami optimistis kelancaran arus transportasi barang dan jasa lewat jalur ini, biaya logistik antarprovinsi dapat ditekan dan pertumbuhan ekonomi lokal akan meningkat,” ujar Joko, melalui keterangannya, dinukil Rabu (18/2/2026).
Ia memaparkan, pengerjaan yang berlangsung hingga tahun depan, mencakup penanganan yang sangat komprehensif.
Selain rekonstruksi jalan sepanjang 10,19 km yang terbagi menjadi perkerasan aspal dan beton (rigid), proyek ini juga menyasar penguatan struktur jembatan.
Joko juga memastikan, penanganan ini tidak hanya aspal, tapi juga rehabilitasi mayor, minor, penanganan titik longsor.
“Sekaligus pemeliharaan berkala pada 17 jembatan agar tetap mampu menahan beban kendaraan yang melintas,” jelasnya. Meski konstruksi besar tengah berjalan, ia memastikan fungsionalitas jalan tetap terjaga.
Menurutnya, selama ini petugas di lapangan secara rutin melakukan pemeliharaan seperti penambalan lubang dan perbaikan dengan batu agregat.
Pewarta: Taufik

















