CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, menggelar Mahakam Mask Carnival 2026 di Kota Samarinda, Minggu.
Agenda ini sebagai upaya menghidupkan kembali aktivitas pariwisata sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif daerah.
Kepala Dispar Kaltim, Muhammad Faisal mengatakan selain memperingati Hari Pariwisata Dunia, ajang yang menampilkan beragam topeng berkarakter unik ini menjadi ruang bagi masyarakat menyalurkan kreativitas seni dan budaya.
Ia bilang, kegiatan ini memiliki multiplier effect.
“Menggerakkan ekonomi kreatif, penyaluran aspirasi seni budaya, dan peningkatan prestasi,” ujar Faisal.
Ia mengatakan, Mahakam Mask Carnival tahun ini menjadi langkah awal memperkenalkan konsep parade topeng.
Rencananya, ke depan diharapkan dapat berkembang lebih besar.
Pihaknya menargetkan pelaksanaan Parade 1.001 Topeng Nusantara tahun berikutnya dengan melibatkan berbagai daerah di Indonesia.
Ia menilai, topeng memiliki kekuatan tersendiri sebagai bagian identitas budaya Nusantara.
Setiap suku bangsa di Indonesia memiliki bentuk, karakter, dan tradisi topeng masing-masing.
“Sehingga berpotensi menjadi atraksi budaya yang mempertemukan berbagai daerah di Kaltim,” imbuh Faisal
Di setiap budaya suku bangsa di Indonesia ini masing-masing punya topeng.
“Jadi, kita punya kesempatan mengundang daerah lain untuk datang,” ujarnya.
Selain parade topeng yang diikuti berbagai komunitas hobi, seni, dan budaya, kegiatan ini turut diramaikan parade marching band.
Melibatkan peserta kategori junior dan senior guna mendorong prestasi generasi muda.
Ia berharap masyarakat dan wisatawan dapat ikut memeriahkan kegiatan dengan menyaksikan langsung berbagai penampilan yang disuguhkan.
Menurutnya, konsep karnaval ke depan tidak hanya berorientasi pada jumlah peserta, tetapi juga kualitas pertunjukan yang menarik.
Pelaksanaan Mahakam Mask Carnival 2026 ini merupakan bagian dari rangkaian Kaltim Tourism Week 2026.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Kaltim berharap pariwisata dan ekonomi kreatif semakin berkembang, serta menjadikan Samarinda sebagai ruang tumbuh bagi atraksi wisata nasional.
Pewarta: Ruslan
















