CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara, melakukan mapping atau pemetaan ulang terhadap jumlah sumber daya manusia tenaga pendidik.
Langkah ini ditempuh sebagai salah satu improvisasi untuk mengatasi kekurangan guru.
Sekretaris Disdikpora PPU, Durajat menyampaikan, sampai kini Kabupaten Penajam Paser Utara masih menghadapi kekurangan guru dari jenjang PAUD hingga SMP.
Dari kebutuhan awal sekitar 132 guru, menurut catatan Disdikpora PPU, update terbaru masih ada sekitar 93 posisi yang harus dipenuhi setelah dilakukan pemetaan dan mutasi.
Durajat memastikan pemenuhan kebutuhan guru tidak langsung diarahkan pada penambahan tenaga baru. Pihaknya memprioritaskan pengoptimalkan SDM yang sudah tersedia melalui pemetaan dan redistribusi antar sekolah.
“Kami lakukan pemetaan dan pendistribusian. Sekolah yang kelebihan guru kita lihat, lalu kita distribusikan ke sekolah yang kekurangan,” papar Durajat, belum lama ini.
Hasilnya, lebih dari 20 guru telah dimutasi ke sekolah yang membutuhkan.
Kata Durajat, penempatan juga mempertimbangkan jarak tempat tinggal agar guru tidak justru mendapat lokasi kerja yang lebih jauh.
Ia menyampaikan, kebutuhan terbesar berada pada jenjang SD, terutama guru kelas.
Kekurangan juga terjadi pada guru bidang serta sejumlah kebutuhan tenaga di SMP. Kondisi itu bertambah setiap kali ada guru yang pensiun.
Setelah mutasi, berkurang 20, masih tersisa 90 lebih yang mesti dipenuhi.
“Nah ini juga berpotensi berubah, seiring tambahan guru yang memasuki masa pensiun hingga Desember 2026,” imbuh Durajat.
Kondisi itu kemudian dibawa dalam pembahasan lintas OPD, terutama untuk mencari sumber tenaga yang sebenarnya sudah tersedia di lingkungan Pemkab PPU.
Ia mengatakan cukup banyak PPPK penuh waktu maupun paruh waktu, yang memiliki latar belakang pendidikan tapi saat ini ditempatkan di OPD lain.
BKPSDM, ujarnya, tengah memetakan data tersebut untuk melihat kemungkinan penempatannya kembali ke bidang pendidikan.
Katanya, kalau yang latar belakang pendidikannya dikembalikan ke Dinas Pendidikan, pasti sangat membantu.
“Sebab keahliannya sesuai dan kebutuhan kita memang ada, ditambah potensi diangkat PNS,” jelasnya. Selain menarik tenaga dari OPD lain, Disdikpora juga memetakan tenaga yang sudah berada di sekolah untuk dialihfungsikan.
Salah satunya tenaga tata usaha yang telah menyelesaikan pendidikan S1 dan memiliki latar belakang yang dapat menunjang kebutuhan pengajaran.
Menurutnya, langkah itu menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan guru dengan sumber daya yang sudah tersedia. Penghematan anggaran juga menjadi pertimbangan karena setiap tambahan tenaga baru membutuhkan pembiayaan dari daerah.
Pihaknya fokus melakukan efisiensi pemenuhan guru melalui berbagai upaya. Adapun PJLP menjadi supporting terakhir.
“Untuk optimalisasi di tengah keterbatasan anggaran, kami maksimalkan guru-guru yang ada. Guru di sekolah yang kelebihan akan digeser ke tempat yang kekurangan, dengan tetap mempertimbangkan jarak tempat tinggal,” jelasnya.
Selain pemerataan guru antarsekolah, Pemkab PPU juga menyiapkan opsi lain bagi pegawai yang memiliki latar belakang pendidikan.
Mereka akan didata untuk kemungkinan dikembalikan ke Disdikpora ppu.
“Harapan kami yang punya latar belakang pendidikan itu yang dikembalikan ke Dinas Pendidikan untuk didistribusikan,” harap Durajat. (ADV)
Pewarta: Agung

















