CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor, berharap generasi muda di Kabupaten PPU bisa mengambil peran dalam pembangunan bandara Ibu Kota Nusantara- IKN.
Harapan itu mengemuka saat audiensi dengan jajaran Politeknik Penerbangan Surabaya, pada Kamis 17 September 2026.
Audiensi dihelat bersama Wakil Direktur II Bidang Keuangan Politeknik Penerbangan Surabaya, Dr. Bambang Driyono dan sejumlah pejabat kampus Politeknik penerbangan Surabaya.
Dalam audiensi itu, Bupati Mudyat Noor dan rombongan melakukan peninjauan kebeberapa titik pendidikan di lingkungan Politeknik penerbangan Surabaya.
Hadir mendampingi Bupati PPU, antara lain, Plt Kepala Dinas Pendidikan PPU Muchtar, Kepala BPSDM PPU Khaerudin, Kepala Bagian Pemerintahan Dahlan, dan sejumlah pendamping.
Untuk mendukung kebutuhan SDM seiring perkembangan Bandara IKN, Pemkab PPU berencana membuka peluang lebih luas bagi putra-putri daerah.
Tujuannya agar memperoleh pendidikan dan kompetensi di bidang penerbangan.
“Keberadaan perguruan tinggi penerbangan dapat menjadi salah satu pilihan bagi generasi muda PPU untuk meningkatkan keterampilan. Serta mempersiapkan diri menghadapi peluang kerja yang akan muncul seiring berkembangnya kawasan IKN,” ujar Bupati Mudyat Noor.
Pada audensi itu, Mudyat Noor menyampaikan keinginannya agar keberadaan Bandara IKN di Kabupaten PPU dapat memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat PPU sebagai pemilik lahan.
“Terutama membuka peluang pendidikan dan karier bagi putra-putri daerah,” imbuhnya.
Menurutnya, salah satu upaya yang dapat dilakukan dengan memberi kesempatan bagi generasi muda PPU untuk menempuh pendidikan di Politeknik Penerbangan Surabaya.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap putra-putri PPU mendapat kesempatan menempuh pendidikan di bidang penerbangan. Sehingga nantinya dapat ikut mengambil peran dalam pengembangan Bandara IKN,” harap Mudyat.
Bupati Mudyat juga memaparkan potensi Bandara IKN di kabupaten PPU yang dinilai memiliki keunggulan dari sisi landasan pacu dibanding bandara yang telah beroperasi di Kalimantan Timur.
Salah satunya, menurut Mudyat, Bandara IKN memiliki landasan pacu sepanjang 3 ribu meter lebih. Luasan ini lebih panjang dari Bandara Sepinggan Balikpapan dan Bandara Samarinda.
“Kami yakin Bandara IKN dapat berkembang menjadi bandara internasional,” katanya.
Wakil Direktur II Bidang Keuangan Politeknik Penerbangan Surabaya, Bambang dalam paparannya memperkenalkan profil dan perkembangan Politeknik Penerbangan Surabaya.
Termasuk program studi, mahasiswa, tenaga pendidik, sarana dan prasarana, serta berbagai bentuk kerja sama yang telah dilakukan.
Ia memaparkan, Politeknik Penerbangan Surabaya tak hanya memberi pendidikan untuk membentuk kompetensi teknis di bidang penerbangan, tapi juga melakukan pembinaan karakter dan pengembangan soft skill kepada mahasiswa.
Menurutnya, proses pendidikan mahasiswa didukung dengan program pengasuhan yang dilaksanakan secara terintegrasi selama 24 jam, baik di lingkungan asrama maupun kampus.
Hal ini dilakukan untuk membentuk kedisiplinan, karakter, tanggung jawab, serta kesiapan mahasiswa memasuki dunia kerja.
“Kami tidak hanya membekali mahasiswa dengan kompetensi teknis, tetapi juga membangun karakter dan soft skill,” kata Bambang.
Ia bilang, selama mengikuti pendidikan, mahasiswa mendapatkan pembinaan melalui program pengasuhan yang dilaksanakan di asrama maupun lingkungan kampus.
Menueutnya, Politeknik Penerbangan Surabaya saat ini memiliki sejumlah program studi yang dapat menjadi pilihan bagi putra-putri PPU.
Hal ini sesuai pula dengan kebutuhan dan perkembangan sektor penerbangan.
Bambang memaparkan perkembangan kelembagaan Politeknik Penerbangan Surabaya yang telah melalui perjalanan panjang. Dari lembaga pendidikan penerbangan hingga berkembang menjadi perguruan tinggi berbentuk politeknik.
Pihak Politeknik Penerbangan Surabaya menyampaikan kesiapan membuka peluang kerja sama dengan Pemerintah PPU, terutama untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah.
Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi putra-putri PPU untuk mendapatkan akses pendidikan penerbangan.
Sekaligus mempersiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri penerbangan. (ADV/ Humas6)
Pewarta: Agung

















