CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Pemilu sela atau pemilu paruh waktu Amerika memberi kejutan. Partai Demokrat merebut kendali Kongres AS dari Partai Republik dengan memenangkan mayoritas di Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat.
Hasil ini menjadi pukulan telak bagi Presiden AS Donald Trump.
Melansir Al Jazeera, pada Rabu 4 November 2026, seluruh 435 kursi DPR dan 35 dari 100 kursi Senat diperebutkan dalam pemilihan ini. Pemilih di 36 negara bagian juga memilih gubernur.
Partai Demokrat meraih kemenangan telak dalam pemilu sela atau paruh waktu Amerika pada Selasa, (3/11) waktu setempat.
Demokrat meraih kendali penuh dua majelis tertinggi di Kongres AS, Dewan Perwakilan dan Senat, melalui serangkaian kemenangan selama proses pemungutan suara pemilu sela berlangsung.
Kekalahan ini menjadi pukulan keras bagi Presiden Donald Trump dan Partai Republik.
Dalam polling hitung cepat New York Times per Rabu siang WITA, Demokrat meraih 52 kursi di Senat, telah melebihi ambang batas minimal 50 kursi untuk menguasai majelis itu. Sedangkan, Partai Republik hanya meraih 40 kursi.
Demokrat berhasil meraup 193 kursi di Dewan Perwakilan, sementara Republik meraup 114 suara. Ambang batas kemenangan untuk menguasai Dewan Perwakilan itu yakni 218 suara, artinya Demokrat hanya butuh 25 kursi lagi untuk mengukuhkan kemenangan dan menguasai Dewan Perwakilan AS.
Dengan Demokrat yang kini menguasai Senat dan Dewan Perwakilan AS di Kongres, partai tersebut dapat menghalangi dan menahan setiap agenda dan rencana kebijakan Trump.
Termasuk menyelidiki dugaan korupsi selama dua tahun terakhir masa kepresidenannya.
Kepada The New York Times, Trump mengatakan ia dan Republik bersedia menerima kekalahan di pemilu sela AS kali ini meski dirinya masih terus berupaya memperbaiki keadaan.
“Saya benar-benar bersedia menerima hasil tersebut. Saya berjanji bekerja sama dengan Partai Demokrat,” ujar Trump seperti dikutip AFP.
Namun, beberapa menit kemudian, melalui media sosial, ia menunjukkan bagaimana akan menghadapi upaya Partai Demokrat meloloskan undang-undang. Ia mengunggah gambar topi bisbol merah bertuliskan “VETO”.
Terobosan besar Partai Demokrat dalam perebutan Senat terjadi di Kansas dan Iowa. Kedua negara bagian itu menjadi kursi kelima dan keenam milik Partai Republik yang berhasil direbut dalam malam pemilu sela kali ini.
Di Kansas, pastur Methodist Adam Hamilton mengalahkan petahana dari Partai Republik, Roger Marshall. Ia menjadi anggota Partai Demokrat pertama yang terpilih sebagai senator dari negara bagian yang dikenal konservatif tersebut sejak 1932.
Lowa belum memilih senator Demokrat sejak 2008. Kemenangan Demokrat di Iowa ini kembali menunjukkan besarnya keberhasilan partai itu menembus basis-basis kuat Partai Republik.
Kemenangan ini menyusul keberhasilan di Texas, South Carolina, North Carolina, dan Ohio, ketika pemilih menolak kandidat Partai Republik meskipun Trump telah berupaya keras menggalang dukungan para pendukungnya.
Demokrat bahkan berhasil menembus Kansas, yang terakhir kali memilih senator dari partai tersebut pada 1932. Selain itu, mereka mengamankan kemenangan di Ohio dan Iowa.
Perubahan kendali Kongres ini menutup periode politik yang berlangsung cepat selama 22 bulan terakhir.
Sejak kembali ke Gedung Putih, Trump memperluas penggunaan kekuasaan eksekutif dengan dukungan Kongres yang dikuasai Partai Republik serta sejumlah lembaga lainnya.
Kini, partainya justru harus menerima kekalahan besar dalam pemilu sela.
Adapun dalam 50 tahun terakhir, perubahan kendali atas DPR dan Senat secara bersamaan dalam satu siklus pemilu hanya terjadi dua kali.
Sejumlah faktor diduga berkontribusi terhadap kekalahan Partai Republik, mulai inflasi, kebijakan tarif Trump, perang dengan Iran, hingga kekhawatiran pemilih terhadap perilaku presiden dan upayanya memperkaya diri.
Pewarta: Widy

















