CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) menyiapkan lahan puluhan hektare di Kelurahan Sotek, Kecamatan Penajam, sebagai pengembangan kawasan peternakan modern.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendorong pertumbuhan investasi sekaligus memperkuat sektor peternakan di daerah.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten PPU, Hadi Saputro, mengatakan lahan tersebut disiapkan untuk ditawarkan kepada investor yang berminat mengembangkan usaha peternakan.
Pemerintah daerah berharap ketersediaan lahan dapat menjadi salah satu daya tarik bagi pemilik modal.
“Pemerintah daerah memiliki lahan puluhan hektare di Kelurahan Sotek yang ditawarkan ke investor untuk berinvestasi sektor peternakan,” kata Hadi Saputro saat bertemu awak media, Jumat 25/09/2026.
Menurut Hadi, lahan di Kelurahan Sotek telah diproyeksikan sebagai kawasan pengembangan peternakan modern. Pengembangan tersebut tidak hanya diarahkan untuk satu jenis komoditas, tetapi dapat mencakup peternakan unggas, sapi, maupun jenis ternak lainnya sesuai dengan kebutuhan dan peluang investasi.
Selain ketersediaan lahan, pemerintah daerah juga telah memiliki infrastruktur pendukung berupa Rumah Pemotongan Hewan RPH. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan usaha peternakan, sekaligus memberikan nilai tambah bagi investor yang mengembangkan usaha di kawasan tersebut.
“Pemerintah daerah sudah memiliki RPH sebagai infrastruktur pendukung bagi pemilik modal yang hendak berinvestasi di sektor peternakan,” ucapnya.
Hadi menjelaskan, kawasan peternakan di Kelurahan Sotek memiliki potensi pengembangan yang cukup besar. Salah satu pertimbangannya adalah lokasi kawasan yang dinilai strategis karena berada tidak terlalu jauh dari wilayah Ibu Kota Nusantara IKN.
“Kalau dari sisi lokasi cukup strategis, karena tidak terlalu jauh dari IKN,” tuturnya.
Kedekatan dengan IKN menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan sektor peternakan di PPU. Pemerintah daerah melihat peluang meningkatnya kebutuhan pangan, termasuk kebutuhan produk peternakan seiring dengan perkembangan kawasan IKN dan wilayah penyangganya.
Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Badan Pusat Statistik BPS Kabupaten PPU, populasi sapi di daerah tersebut tercatat sekitar 8.463 ekor. Sementara itu, populasi ayam ras pedaging mencapai sekitar 330.440 ekor dan ayam ras petelur berada di kisaran 52.898 ekor.
Data tersebut menjadi salah satu gambaran potensi sektor peternakan yang dapat dikembangkan di Kabupaten PPU. Pemerintah daerah membuka peluang peningkatan kapasitas produksi melalui investasi dan pengelolaan peternakan dengan konsep yang lebih modern.
Hadi mengatakan pengembangan peternakan modern juga diarahkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan daging sapi, khususnya dalam menghadapi perkembangan kawasan IKN.
Pemerintah daerah berharap investasi yang masuk dapat memperkuat ketersediaan komoditas peternakan sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
“Rencana pengembangan peternakan modern bagian upaya pemerintah daerah menyongsong IKN,” ujarnya.
Selain sektor peternakan, Pemkab PPU juga menawarkan sejumlah sektor potensial lainnya kepada investor. Menurut Hadi, sektor yang dapat dikembangkan antara lain industri, pelabuhan, perumahan, perikanan, dan pertanian, sesuai dengan potensi serta kebutuhan pembangunan daerah. (ADV)
Pewarta : Taufik

















