CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara, Tengah mengembangkan bibit rumput laut jenis gracilaria.
Kepala Dinas Perikanan PPU, Andi Trasodiharto menilai langkah ini sebagai salah satu upaya Pemkab PPU meningkatkan hasil panen yang berkualitas.
Selain itu untuk memudahkan masyarakat memperoleh bibit unggul.
Guna menghasilkan bibit berkualitas, Dinas Perikanan menggandeng Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda.
Kerjasama ini bertujuan untuk mengembangkan bibit rumput laut jenis gracilaria di Desa Babulu Laut, Kecamatan Babulu.
“Keterlibatan akademisi diperlukan untuk membantu pengembangan bibit rumput laut yang unggul,” ujar Andi Trasodiharto, Selasa 22 September 2026.
Kerjasama dengan akademisi juga membantu mengamati perkembangan bibit dan menentukan metode budidaya sesuai kondisi tambak yang digunakan budidaya rumput laut gracilaria.
Apalagi, lanjutnya, beberapa tahun terakhir ini budidaya rumput laut jenis gracilaria di tambak berkembang cukup pesat.
Pengembangan budidaya rumput laut gracilaria ini tidak hanya dilakukan masyarakat Kecamatan Babulu, tapi juga masyarakat Kecamatan Penajam.
“Khususnya wilayah Kelurahan Kampung Baru dan Kelurahan Sesumpu turut membudidayakan rumput laut gracilaria,” jelasnya.
Ia mengungkap, produksi rumput laut gracilaria di PPU mencapai 9.000 ton per tahun. Dengan pengembangan bibit unggul ini, diharapkan produksinya akan terus meningkat.
Selain mengedukasi metode budidaya, Dinas Perikanan PPU juga mengedukasi pembudidaya ihwal penanganan paska panen.
Sebab, lanjutnya, masih banyak melakukan penjemuran rumput laut tanpa menggunakan alas sehingga mempengaruhi kualitas rumput laut.
Pihaknya terus mendorong pembudidaya rumput laut membuat para-para sebagai tempat penjemuran.
Bibit rumput laut jenis gracilaria, terutama spesies gracilaria verrucosa, dikenal sebagai salah satu komoditas akuakultur yang sangat populer di Indonesia.
“Khususnya untuk dibudidayakan di area tambak air payau maupun kawasan pesisir,” imbuhnya. Jenis rumput laut ini biasanya menjadi bahan baku utama industri pembuatan agar-agar, kosmetik, dan farmasi.
Untuk mendapatkan hasil panen yang optimal, pastikan bibit memenuhi standar. Antara lain, umur bibit sebaiknya menggunakan cabang dari tanaman yang berumur 25–35 hari.
Selain itu memiliki percabangan yang lebat atau rimbun, bertekstur kenyal atau keras dan bebas dari hama tanaman penempel, seperti lumut kerak.
Rumput laut gracilaria sangat adaptif terhadap perubahan salinitas air Ada dua cara utama dalam menanam bibitnya.
Pertama, lewat metode tebar langsung atau pond culture. Ini paling umum digunakan di tambak tradisional. Bibit dipotong-potong kecil lalu ditebar secara merata di dasar tambak.
Kepadatan tebar ideal berkisar antara 50–125 gram per titik/ikatan untuk mengoptimalkan penyerapan nutrisi dan fotosintesis.
Metode kedua, melalui tali jalur. Bibit diikat pada tali bentangan atau menggunakan jaring apung. Metode ini digunakan jika budidaya dilakukan di perairan terbuka atau laut dangkal. “Jarak tanam terbaik 50 cm untuk menghasilkan kandungan agar-agar yang maksimal,” sarannya. (ADV)
Pewarta: M. Taufik

















