CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor, memastikan Pemerintah PPU akan mempercepat pembangunan 11 titik sumur bor baru.
Bupati menjelaskan, pembangunan ini bagian dari program tahap ketiga kerja sama Pemkab PPU dengan TNI AD.
“Kami mengantisipasi kebutuhan dasar masyarakat. Bersama TNI, Polri, dan Perumda Danum Taka mematangkan langkah strategis pemerataan akses air,” jelas Bupati Mudyat, belum lama ini.
Menurut Mudyat, penambahan titik air bersih ini akan difokuskan untuk kawasan permukiman masyarakat, sarana umum, rumah ibadah, sampai area pertanian produktif.
Ia menjelaskan, penentuan titik lokasi dikawal ketat bersama pemerintah kecamatan, desa, hingga tokoh masyarakat agar tepat sasaran dan langsung dirasakan manfaatnya.
Pembangunan 11 titik sumur ini melanjutkan keberhasilan proyek percontohan yang sebelumnya telah merampungkan satu titik sumur bor di Kelurahan Saloloang pada Agustus 2026 silam.
Mudyat menyampaikan, Pembangunan 11 titik sumur diproyeksikan masih bisa bertambah seiring hasil pendataan kebutuhan riil di lapangan.
“Selain pemenuhan kebutuhan domestik warga, sinergi lintas instansi ini juga dirancang untuk mengamankan ketahanan pangan daerah melalui optimalisasi irigasi pertanian,” imbuhnya.
Bupati memaparkan skema optimalisasi dan bentuk kerja sama Pembangunan infrastruktur. Katanya, pengembangan jaringan distribusi Perumda Danum Taka, pemanfaatan sumber air baku, serta pipa penyalur ke pemukiman dan fasilitas publik.
Perumda Danum Taka beserta jajaran Dinas PUPR dan Dinas Pertanian turut mengkaji potensi sumber air baku baru yang bisa diolah secara teknis.
Dengan keterlibatan penuh Kodim/TNI AD dan Polres PPU.
Program ini diharapkan berjalan presisi, transparan, dan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas petani serta kesejahteraan warga Kabupaten Penajam Paser Utara.
Nantinya, pemasangan pompa air (pompanisasi), pembuatan jaringan irigasi desa, pembangunan sumur bor pertanian, dan akses jembatan tani.
Bupati Mudyat Noor menilai penyediaan air membutuhkan kerja sama lintas instansi. Sejumlah program disiapkan dengan memanfaatkan potensi sumber daya air yang tersedia.
Mulai pembangunan sumur bor, pompanisasi, pengembangan jaringan perpipaan hingga pembangunan infrastruktur pendukung.
“Salah satu program yang menjadi perhatian pembangunan sumur bor melalui program TNI AD,” ujarnya.
Sebelumnya, pada Agustus 2026, satu titik sumur bor telah dibangun di Kelurahan Saloloang.
“Kebutuhan air juga tidak hanya berkaitan dengan rumah tangga. Sumber air diperlukan untuk fasilitas umum, termasuk rumah ibadah dan fasilitas pelayanan masyarakat,” ujarnya.
Dalam pelayanan air minum, Perumda Danum Taka dilibatkan dalam pembahasan teknis mengenai pemanfaatan sumber air dan pengembangan jaringan distribusi.
Perumda Danum Taka bersama Pemkab PPU dan instansi terkait juga mengkaji sejumlah sumber air potensial yang dapat dikembangkan menjadi sumber air baku.
Ia mengatakan pemanfaatan sumber ini dapat dilakukan melalui pompanisasi, pengolahan air hingga pembangunan jaringan perpipaan.
“Langkah ini ditujukan untuk memperluas akses pelayanan air bersih bagi masyarakat PPU,” tandasnya.
Ketersediaan air untuk sektor pertanian turut menjadi perhatian.
Program sumur bor, pompanisasi, jaringan irigasi, hingga pembangunan jembatan yang mendukung akses menuju kawasan pertanian dapat disinergikan antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan instansi teknis.
Dengan demikian, sumber air yang tersedia tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menunjang aktivitas pertanian.
Mudyat menjamin Pemkab PPU akan melakukan pemetaan kebutuhan sebelum menentukan lokasi pembangunan sumur bor berikutnya.
Langkah ini penting agar pembangunan infrastruktur air dapat menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah. (ADV)
Pewarta: M. Taufik

















