CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Penyakit diabetes tipe 2 yang dahulu identik dengan kelompok usia lanjut kini mulai mengancam generasi muda.
Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono mengungkap, kasus diabetes tipe 2 semakin banyak ditemukan pada usia remaja, bahkan pada anak Sekolah Menengah Pertama.
Hal itu disampaikan Wamenkes Dante saat memberikan sambutan dalam acara Canisius Health Expo 2026 di Kolese Kanisius, belum lama ini.
Menurutnya, pergeseran tren penyakit ini bukan sekadar dipengaruhi faktor genetik, tetapi juga akibat perubahan drastis gaya hidup sehari-hari.
Ia mengatakan, dulu diabetes tipe 2 identik dengan usia 40 atau 50 tahun ke atas.
“Tetapi hari ini kita mulai melihatnya muncul pada remaja, bahkan beberapa kasus pada anak usia SMP,” ungkap Wamenkes Dante.
Ia menyoroti kebiasaan generasi muda saat ini yang minim aktivitas fisik, tingginya durasi mengamati layar gadget, kurang tidur, hingga konsumsi gula dan makanan ultra-proses yang berlebihan.
Selain itu, tekanan mental yang dihadapi remaja masa kini turut memperburuk kondisi tersebut.
Ironisnya, diabetes tipe 2 pada remaja cenderung berkembang lebih cepat dan lebih agresif dibandingkan pada orang dewasa.
Menghadapi ancaman tersebut, Wamenkes menegaskan bahwa solusi utama bukan hanya obat-obatan, melainkan perubahan kebiasaan yang dimulai dari rumah.
“Ini bukan untuk menakut-nakuti. Pencegahan harus dimulai sekarang,” tegasnya.
Ia menyampaikan beberapa alternatif pencegahan, antara lain, makan bersama, tidur cukup, mengurangi waktu di depan layar, dan aktif bergerak bersama keluarga.
Wamenkes juga membagi pengalamannya mendaki Gunung Ciremai bersama putranya.
Ia menganggapnya sebagai cara menjaga kebugaran sekaligus melepas penat dari penggunaan gawai.
Pemerintah, lanjut Wamenkes, telah merespons persoalan ini melalui program Cek Kesehatan Gratis yang menjangkau 25 juta anak sekolah, dan penerapan program nutri-level.
Yakni sistem label A hingga D pada kemasan makanan dan minuman untuk memperingati masyarakat soal kadar gula.
Dari pemeriksaan di sekolah-sekolah, ditemukan pula berbagai masalah kesehatan yang mulai menjajgkiti remaja sejak dini.
Seperti hipertensi, anemia, hingga gangguan kesehatan gigi.
Pewarta: Widy

















