CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Sebaran dokter spesialis di Kalimantan Timur masih terkonsentrasi di wilayah perkotaan.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, dr Jaya Mualimin mengingatkan, kebutuhan dokter spesialis di rumah sakit daerah masih cukup besar.
“Terutama untuk layanan dasar dan penunjang,” ujarnya baru-baru ini.
Ia mengatakan, pemenuhan dokter spesialis masih menjadi perhatian serius.
“Sebab sejumlah rumah sakit daerah masih memiliki kebutuhan tenaga untuk mendukung layanan kesehatan,” imbuh dr. Jaya.
Sampai saat ini ada 22 rumah sakit dan fasilitas kesehatan di kabupaten dan kota di Kaltim, tercatat masih membutuhkan tambahan dokter spesialis.
Kebutuhan terbesar berada pada spesialis penyakit dalam, kebidanan dan kandungan, anak, serta bedah.
Selain itu masih diperlukan dokter spesialis radiologi, anestesi, dan patologi klinik untuk mendukung layanan penunjang.
Ia bilang, kayanan spesialis dasar seperti penyakit dalam, kebidanan dan kandungan, anak, serta bedah menjadi prioritas.
“Sebab berkaitan langsung dengan pelayanan rujukan dan kebutuhan pasien di daerah,” kata dr. Jaya.
Ia menjelaskan kebutuhan tenaga penunjang juga masih diperlukan untuk memperkuat layanan diagnostik dan tindakan medis di rumah sakit.
Selain spesialis dasar, rumah sakit juga masih memerlukan tenaga radiologi, anestesi, dan patologi klinik agar pelayanan dapat berjalan optimal.
dr. Jaya mengatakan penambahan tenaga spesialis tak hanya fokus peningkatan jumlah, tetapi juga pemerataan distribusi.
Menurutnya daerah yang masih memiliki keterbatasan dokter spesialis akan menjadi perhatian dalam pemetaan kebutuhan tenaga kesehatan.
“Sehingga pelayanan dapat lebih merata,” ujannya.
Pemerataan menjadi tantangan karena kebutuhan layanan setiap daerah berbeda.
Kondisi ini terlihat pada Mahakam Ulu yang saat ini baru memiliki dua dokter spesialis.
Serangan sejumlah rumah sakit di daerah lain juga masih memerlukan tambahan tenaga medis.
Distribusi Belum Merata
Menukil data Dinas Kesehatan Kaltim tahun 2025 menunjukkan lebih dari separuh dokter spesialis berada di Balikpapan dan Samarinda.
Sedangkan di Mahakam Ulu hanya memiliki dua dokter spesialis.
Di sisi lain, puluhan rumah sakit daerah masih memerlukan tambahan tenaga spesialis dasar maupun penunjang.
Jumlah dokter spesialis di Kalimantan Timur pada 2025 tercatat mencapai 986 orang. Angka ini meningkat dibanding 2024 yang berjumlah 930 orang.
Dalam lima tahun terakhir, jumlah dokter spesialis bergerak fluktuatif.
Di tahun 2021 tercatat ada 999 dokter spesialis, namun turun menjadi 805 orang pada tahun berikutnya, 2022.
Jumlah itu kembali meningkat menjadi 843 orang pada 2023, lalu naik menjadi 930 orang di tahun 2024 dan mencapai 986 orang pada tahun 2025.
Balikpapan menjadi daerah dengan jumlah dokter spesialis terbanyak yakni 316 orang.
Disusul Samarinda sebanyak 313 orang.
Dua kota ini menampung 629 dokter spesialis atau lebih dari separuh total tenaga spesialis di Kaltim.
Di luar dua kota itu, jumlah dokter spesialis masih jauh lebih rendah.
Kutai Kartanegara memiliki 72 dokter spesialis, Kutai Timur 71 orang, Bontang 70 orang, Penajam Paser Utara 42 orang.
Di Berau ada 40 orang, Paser 39 orang, Kutai Barat 20 orang, sedangkan Mahakam Ulu hanya memiliki 2 dokter spesialis.
Pewarta: Taufik

















