CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Arus mudik melalui Pelabuhan Penyeberangan Kariangau, Balikpapan, tampak lesu hingga H-4 Lebaran 2026.
Mengacu data dari Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Kariangau per 17 Maret 2026, jumlah penumpang dan kendaraan yang melintas mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Tercatat sejak 13 hingga 16 Maret 2026, total penumpang yang menyeberang mencapai 10.882 orang, lebih rendah dibanding periode sama tahun 2025 yang mencapai 13.117 penumpang.
Penurunan lebih tajam terjadi pada kendaraan.
Kendaraan motor tercatat sebanyak 1.818 unit, turun signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 6.509 unit.
Sedangkan kendaraan mobil sebanyak 1.782 unit, juga merosot dibandingkan tahun lalu yang mencapai 10.013 unit.
“Data pergerakan hari ini masih dalam proses pendataan dan akan diperbarui setelah pergantian hari,” ujar Pengawas Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Kariangau, Karolus Makin, Rabu (18/3/2026).
Hingga H-4, pergerakan pemudik melalui pelabuhan masih relatif rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Untuk mudik tahun ini, masyarakat lebih memilih alternatif jalur darat menuju Penajam Paser Utara melalui Jembatan Pulau Balang serta akses Tol Balikpapan–IKN yang telah dibuka secara fungsional.
Akses ini dinilai lebih praktis dan efisien karena waktu tempuh yang lebih singkat.
Apalagi, sebagian jalur darat juga dapat dilalui tanpa biaya, kecuali melalui Tol Manggar yang dikenakan tarif sekitar Rp16 ribu.
Sedangkan, akses melalui Gerbang Tol 1B Ring Road dapat dilalui secara gratis.
Meski begitu, belum dapat dipastikan sejauh mana peralihan ke jalur darat menjadi faktor utama menurunnya arus penyeberangan di Kariangau.
Terlebih, kemungkinan penurunan juga dapat terjadi secara umum pada kedua jalur transportasi.
Menurut Karolus, pemudik yang masih menggunakan jasa penyeberangan didominasi penumpang tujuan luar Pulau Kalimantan, seperti ke Palu dan sejumlah wilayah di Sulawesi.
“Hampir tidak ada pemudik ke arah Penajam lewat Kariangau, kecuali yang membawa kendaraan pada malam hari setelah akses tol ditutup,” jelasnya.
Untuk operasional, lanjutnya, jumlah kapal yang beroperasi tercatat sebanyak 12 unit, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan.
Meski terjadi penurunan pergerakan, pelayanan di pelabuhan tetap berjalan normal dengan dukungan posko angkutan Lebaran yang siaga selama 24 jam.
Pelabuhan Semayang Padat
Kalau di pelabuhan penyeberangan Kariangau jumlah penumpang menurun, berbeda dengan jumlah pemudik via pelabuhan Semayang.
Apalagi, saat puncak arus mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, yang terjadi hari ini, Rabu (18/3/2026). Sejak pagi, pelabuhan di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Prapatan, Kecamatan Balikpapan Kota ini telah dipadati pemudik.
Kepala Cabang PT Pelni Balikpapan, Ridwan Mandaliko, meyampaikan sejak pagi hingga sore hari ada tiga kapal yang bersandar di Pelabuhan Semayang pada puncak arus mudik tahun ini.
Ketiga kapal itu, yakni Kapal Motor (KM) Lambelu, KM Bukit Siguntang, dan KM Sinabung.
“Hari ini ada tambahan atau kapal extra satu, KM Sinabung itu kapal tambahnya,” jelasnya.
Dari tiga kapal tersebut, tercatat ada 4.700 penumpang yang berlabuh dari dermaga Pelabuhan Semayang. Rinciannya, sebanyak 1.435 dari KM Lambelu dengan tujuan Pare-Pare, Makkasar, Bau-Bau, hingga Maumere.
Selanjutnya KM Bukit Siguntang membawa sebanyak 1.349 penumpang dari Balikpapan menuju Pare-Pare, Makkasar, Lanarantuka, hingga Kupang.
Terkait kapal tambahan yakni KM Sinabung mengangkut sebanyak 1.900 penumpang dengan rute Balikpapan menuju Surabaya.
Rute ini menjadi rute tambahan, mengingat tujuan pelabuhan Tanjung Perak tersebut merupakan tuter terpadat.
Tercatat ada empat rute menuju pelabuhan tersebut sejak awal arus mudik yakni pada 12 Maret. Sejak awal periode ini, jumlah penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Semayang cukup dinamis.
Pada 12 Maret tercatat sebanyak 2.567 penumpang, disusul 14 Maret sebanyak 2.512 penumpang. Jika diakumulasikan, sudah ada 9.763 penumpang yang pergi dari Balikpapan.
“Jumlah penumpang yang keluar itu sudah hampir 10 ribuan,” imbuhnya.
Meski hari ini sudah masuk puncak, kata Ridwan, besok masih ada satu kapal tambahan yang akan mengangkut penumpang dari Balikpapan yakni KM Doronolda.
Di perkirakan ada 1.000 penumpang yang akan berlabuh. Ridwan bilang, dibandingkan tahun sebelumnya jumlah penumpang tahun ini mengalami peningkatan signifikan.
Pewarta: Taufik

















