CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Minat generasi muda menunaikan ibadah haji menunjukkan tren positif. Anggota Badan Pengelola Keuangan Haji, Harry Alexander membeber, sekitar 25 persen pendaftar haji saat ini berasal dari generasi Z dan milenial.
Harry menilai, meningkatnya minat generasi muda tidak lepas dari berbagai pendekatan yang dilakukan BPKH bersama sejumlah tokoh dan organisasi Islam.
“Termasuk penguatan konsep green hajj atau haji ramah lingkungan. Kami bersama Buya Anwar Abbas pernah mengembangkan konsep green hajj atau responsible green hajj dan menerbitkan buku terkait,” ujar Harry, dinukil dari ROL pada Senin (16/3/2026).
Ia menilai konsep ini penting agar jamaah memahami pelaksanaan ibadah haji juga bisa selaras dengan nilai-nilai menjaga lingkungan sebagaimana diajarkan Rasulullah.
Harry menjelaskan kerja sama berbagai pihak seperti Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama, dan Muhammadiyah ikut mendorong peningkatan kesadaran umat Islam untuk mendaftar haji sejak dini.
Hasilnya, target pendaftar haji BPKH tahun 2025 tidak hanya tercapai, tapi juga melampaui rencana kerja dan anggaran tahunan.
Awalnya target pendaftar ditetapkan sebanyak 422 ribu orang, namun realisasinya mencapai sekitar 488 ribu pendaftar.
“Dari sisi nilai setoran turut melampaui target. Target awal sekitar Rp 11 triliun, sekarang sudah mencapai Rp 14,7 triliun,” imbuhnya.
Ia menilai keterlibatan tokoh-tokoh Islam mengajak umat mendaftar haji, termasuk pendekatan isu lingkungan, cukup efektif menarik perhatian generasi muda.
Isu keberlanjutan dan kepedulian terhadap alam memang menjadi perhatian utama kalangan Gen Z.
BPKH juga melakukan berbagai riset mengenai karakter generasi muda. Harry menyebutkan generasi Z dikenal gemar melakukan perjalanan ke alam dan memiliki kesadaran lingkungan yang tinggi.
Menurutnya, para gen Z dan milenial suka dengan alam yang indah seperti di Raja Ampat, peduli pada lingkungan, dan tidak ragu mengeluarkan biaya untuk pengalaman pribadi.
Karena itu, BPKH mencoba mengajak generasi muda untuk menyisihkan sebagian pengeluaran gaya hidup mereka untuk menabung haji. Ajakan tersebut mendapat respons positif.
ROL

















