CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Masyarakat Penajam Paser Utara (PPU), berduka cita. Mantan Wakil Bupati PPU, Mustaqim MZ meninggal dunia di RSUD Ratu Aji Putri Botung, pada Senin 14 September 2026 malam.
Wakil Bupati PPU periode 2009-2013 dan 2013-2018, Mustaqim MZ, menghembuskan nafas terakhirnya usai menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama sepekan.
Almarhum Mustaqim sempat menjalani perawatan di Ruang Intensive Care Unit (ICU). Setelah beberapa hari menjalani penanganan medis di ICU, kemudian dipindahkan ke Ruang Tulip.
Kepergian almarhum Mustaqim bukan hanya meninggalkan duka bagi keluarga.
Pemerintah Kabupaten PPU juga kehilangan sosok yang pernah memberikan tenaga, pikiran, dan pengabdiannya untuk daerah. Di hadapan pusara almarhum, penghormatan terakhir disematkan.
Bupati PPU, Mudyat Noor menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya mantan Wabup Mustaqim, di kediamannya Desa Girimukti, Kecamatan Penajam.
Bupati Mudyat turut hadir di rumah duka sekaligus mengantar jenazah almarhum hingga ke pemakaman di Tempat Pemakaman Umum Kilometer 04 Nenang, Penajam, Selasa.
Kehadiran Bupati Mudyat Noor sebagai penghormatan sekaligus penghargaan Pemkab PPU atas jasa dan pengabdian almarhum selama menjalankan tugas sebagai Wakil Bupati PPU.
“Atas nama pribadi, keluarga dan Pemerintah Kabupaten PPU, saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas berpulangnya Bapak H. Mustaqim MZ. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” tutur Mudyat.
Bupati PPU Mudyat Noor hadir langsung memberikan penghormatan terakhir hingga mengantar jenazahnya ke liang lahat almarhum Mustaqim.
Kepergian tokoh yang pernah mendampingi pemerintahan PPU itu menyelimuti keluarga, handai taulan, dan jajaran Pemerintah Kabupaten PPU dalam suasana duka.
Bupati Mudyat terlebih dahulu mendatangi kediaman almarhum di Desa Girimukti, Kecamatan Penajam. Dari rumah duka, Bupati turut mengantar jenazah Mustaqim MZ menuju lokasi pemakaman hingga prosesi pemakaman selesai.
Bupati Mudyat juga menyampaikan penghargaan atas pengabdian almarhum selama berada di jajaran pemerintahan daerah.
Ia menilai, setiap kontribusi yang diberikan pemimpin untuk daerah akan menjadi bagian dari perjalanan sejarah pembangunan.
Suasana duka semakin terasa saat jenazah almarhum tiba di TPU Kilometer 04 Nenang.
Sejumlah keluarga, kerabat, dan jajaran pemerintah daerah hadir memberi penghormatan terakhir. Dalam kesempatan itu, Mudyat didampingi Sekretaris Daerah PPU Tohar dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten PPU.
Sekda Tohar turut menyampaikan rasa kehilangan sekaligus penghargaan pemerintah daerah terhadap almarhum.
Tohar menilai pengabdian Mustaqim MZ selama menjalankan amanah sebagai Wakil Bupati menjadi bagian penting dari perjalanan Kabupaten PPU.
“Atas nama pimpinan dan Pemerintah Daerah Kabupaten PPU, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas pengabdian beliau bagi daerah yang kita cintai,” papar Tohar.
Mudyat Noor bersama jajaran Pemerintah Kabupaten PPU menyampaikan doa agar almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT, seluruh amal ibadahnya diterima, dosa dan kekhilafannya diampuni, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.
Tentang Almarhum
Mustaqim MZ meninggal dunia di usia 76 tahun 8 bulan. Kepergiannya menjadi kabar duka bagi masyarakat PPU. Kabar duka ini menyebar di berbagai media sosial di Penajam Paser Utara.
Almarhum Mustaqim lahir di Boyolali, Jawa Tengah pada 12 Desember 1949.
Ia pernah menjabat Wakil Bupati PPU selama dua periode. Mustaqim juga pernah mendampingi Andi Harahap. Selanjutnya pada periode 2013-2018, Mustaqim mendampingi Yusran Aspar.
Di luar pemerintahan, Mustaqim juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerindra PPU.
Selain itu, almarhum Mustaqim juga tercatat sebagai penasihat dalam struktur kepengurusan DPC Partai Gerindra PPU yang ditetapkan pada 2019.
Menurut Sekda Tohar, selama berada dalam kepemimpinan pemerintahan daerah, almarhum telah memberi warna tersendiri dalam dinamika dan perkembangan Kabupaten PPU.
Tohar juga mengajak seluruh pihak mengenang almarhum dari sisi-sisi kebaikan dan jasa yang telah diberikan semasa hidup.
Menurutnya, setiap manusia tentu memiliki kekurangan dan kesalahan, namun sisi positif dan kebaikan seseorang hendaknya menjadi kenangan yang terus dijaga. (ADV)
Pewarta: Agung

















