CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seno kembali melakukan mutasi. Pada mutasi sebelumnya tertanggal 2 Oktober 2026, alumnus Akpol 1994 itu memutasi 19 Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda).
Kini, Kpolri melakukan mutasi terhadap tiga Kepala Kapolda. Mutasi ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026 yang diteken di Jakarta, 10 Oktober 2026.
Mutasi ini menjadi yang kedua kalinya dilakukan Jenderal Suyudi sejak menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Sehingga total 22 Kapolda diganti pada era Suyudi yang baru menjabat Kapolri selama 10 hari.
Daftar tiga Kapolda yang dimutasi, yakni Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Utara, dan Lampung. Total Kapolri melakukan mutasi terhadap 199 personel yang terdiri atas perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen).
Irjen Agus Wijayanto dipercaya sebagai Kapolda Kepulauan Bangka Belitung menggantikan Irjen Viktor Theodorus Sihombing.
Kemudian Brigjen Andi Syahriful Taufik menjabat Kapolda Kalimantan Utara menggantikan Irjen Agus Wijayanto. Adapun Kapolda Lampung diamanahkan kepada Brigjen Yustan Alpiani menggantikan Irjen Helfi Assegaf.
Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menjelaskan, sejumlah jabatan strategis lain juga mengalami pergantian.
Antrara lain, Wakil Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Wakabaintelkam) Polri dan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri.
Pada jabatan Wakabaintelkam Polri, Irjen Wawan Muliawan digantikan Brigjen Anom Setyadji yang akan menyandang pangkat bintang dua. Irjen Wawan dimutasi menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Gadikwa Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri.
Adapun Irjen Wibowo dicopot dari Kakorlantas Polri digantikan Brigjen Aries Syahbudin. Irjen Isir mengatakan, mutasi ini bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier untuk memperkuat kinerja institusi serta memastikan kesinambungan pelaksanaan tugas kepolisian.
Menurut Isir, penempatan personel dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kompetensi, kapabilitas, rekam jejak, dan integritas.
“Prinsip meritokrasi menjadi bagian penting agar setiap personel yang mendapat amanah jabatan mampu menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab,” katanya, Minggu 11 Okober 2026.
Ia menjelaskan, penguatan organisasi melalui mutasi jabatan harus sejalan dengan komitmen Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan kepercayaan publik.
“Semangat tersebut sejalan dengan tagline Polri ‘Polisi Bersama Masyarakat’. Polri akan terus berupaya hadir dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ucap Isir.
ROL

















