CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Serangan balasan Iran ke Israel terus berlangsung. Hingga Ahad malam, puluhan warga Israel tewas dan terluka.
Serangan rudal balistik Iran telah menewaskan sedikitnya sembilan orang dan melukai sekitar 20 lainnya di kota Beit Shemesh, Israel tengah, 30 km barat Yerusalem, menurut layanan ambulans Magen David Adom.
“Sembilan orang tewas dalam serangan langsung di Beit Shemesh,” kata juru bicara Magen David Adom Zaki Heller dalam pernyataan yang disiarkan televisi.
Tentara Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan di Telegram bahwa pasukan pencarian dan penyelamatan, bersama dengan tim medis dan helikopter untuk evakuasi korban, beroperasi di lokasi dampak.
Al Jazeera melaporkan, ini adalah jumlah korban tertinggi sejak Israel mulai melancarkan serangan terhadap Iran pada hari Sabtu. Beit Shemesh berada di antara Yerusalem barat dan Yafa. Yakni kota yang sedang berkembang dan tampaknya menyerang rumah-rumah tua yang dibangun pada tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu tempat perlindungan di daerah tersebut tampaknya juga terkena dampaknya.
Petugas penyelamat masih berupaya menyelamatkan orang-orang yang terjebak di bawah reruntuhan sehingga ada kekhawatiran dan ketakutan bahwa jumlah tersebut akan bertambah.
Muncul juga pertanyaan mengapa sirene tidak berbunyi di Beit Shemesh. Ini salah satu risiko besar yang diambil Israel dengan memulai perang dengan Iran.
Rudal terus berdatangan ke kota-kota Israel dari Iran. Israel mencoba mencegat semua rudal tersebut sebagai respons dengan risiko meleset seperti di Beit Shemesh dan di Tel Aviv.
Menurutlaporan Times of Israel, mayoritas dari mereka yang tewas akibat serangan rudal Iran di Beit Shemesh saat ini berlindung di tempat penampungan umum, kata kepala polisi Distrik Yerusalem.
Wakil Komisaris Avshalom Peled berbicara di lokasi serangan mematikan yang menyebabkan sembilan orang tewas dan lebih dari dua lusin orang terluka.
“Sejauh yang saya tahu kemungkinan besar hal ini berdampak langsung pada tempat penampungan dan sebagian besar, jika tidak semua korban tewas, berada di tempat penampungan umum,” ujar Peled.
Menurutnya polisi sadar selama putaran terakhir pertempuran dengan Iran pada bulan Juni bahwa tempat penampungan umum dan ruang aman tidak mampu menahan kekuatan dampak langsung rudal balistik.
Namun polisi senior tersebut mendesak warga sipil untuk terus berlindung di tengah tembakan rudal dari Iran untuk menghindari dampak yang lebih ringan.
“Mereka yang berada di kawasan terlindung ketika kerusakannya tidak langsung, yang merupakan sebagian besar kasus, memang terlindung dari rudal atau puing-puing yang beterbangan di udara,” lanjut Peled.
Selain di Israel, setidaknya tiga orang tewas dan 58 lainnya terluka di Uni Emirat Arab sejak Iran memulai kampanye pembalasannya di Teluk sebagai tanggapan atas serangan AS dan Israel.
UEA mendeteksi 165 rudal balistik, menghancurkan 152, dan mencegat dua rudal jelajah, kata Kementerian Pertahanannya.
Sebanyak “541 drone Iran terdeteksi, 506 di antaranya dicegat dan dihancurkan”, tambahnya dalam sebuah pernyataan. Serangan tersebut mengakibatkan kematian tiga orang – satu dari Pakistan, Nepal, dan Bangladesh, katanya.
Kementerian Kesehatan Kuwait mengatakan satu orang tewas dan 32 lainnya luka-luka “akibat perkembangan terkini di wilayah tersebut”. Para korban dirawat di Rumah Sakit al-Adan, kata kementerian.
ROL

















