CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Sikap selektif dalam memilih pekerjaan dinilai menjadi salah satu tantangan dalam upaya menekan angka pengangguran di Kabupaten Penajam Paser Utara PPU. Di tengah tersedian peluang kerja dari berbagai sektor industri, sebagian pencari kerja masih cenderung mengutamakan besaran gaji dan kenyamanan lingkungan kerja sebelum memutuskan untuk melamar pekerjaan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans PPU, Adriani Amsyar, mengatakan masyarakat perlu mengubah pola pikir dalam memandang kesempatan kerja. Menurutnya, pekerjaan pertama tidak harus langsung memberikan penghasilan besar atau fasilitas yang ideal, tetapi dapat menjadi langkah awal untuk membangun pengalaman dan meningkatkan kemampuan diri.
“kedepannya sembari mencari pekerjaan yang lebih menjanjikan daripada menganggur mas,” ucapnya. Selasa, 20 Oktober 2026.
Ia menilai, keinginan memperoleh pekerjaan dengan gaji tinggi dan lingkungan kerja yang nyaman merupakan hal yang wajar. Namun, apabila harapan tersebut membuat pencari kerja terus menunda kesempatan yang tersedia, kondisi itu justru dapat memperpanjang masa menganggur. Padahal, pengalaman kerja dapat menjadi bekal penting untuk memperoleh pekerjaan yang lebih baik pada masa mendatang.
“Yang terpenting bisa bekerja terlebih dahulu,” ujarnya.
Menurutnya, peluang kerja di PPU sebenarnya cukup beragam, terutama pada sektor perkebunan kelapa sawit dan perhotelan. Karena itu, pencari kerja diharapkan tidak selalu berorientasi mencari pekerjaan ke daerah lain, termasuk Kota Balikpapan, tanpa terlebih dahulu melihat peluang yang tersedia di daerah sendiri.
“Masyarakat kita banyak yang kerja di Balikpapan, padahal potensi kerja di PPU banyak di perusahaan perusahaan sawit sini,” ungkapnya.
Ia mencontohkan, sejumlah perusahaan yang terlibat dalam kegiatan bursa kerja atau Job Fair sebelumnya telah membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan. Bahkan, beberapa perusahaan membutuhkan puluhan tenaga kerja untuk mengisi diberbagai bidang.
Sementara itu, Fungsional Tenaga Kerja Disnakertrans PPU, Syamsu, menjelaskan bahwa pelaksanaan Job Fair tidak berhenti pada pertemuan antara perusahaan dan pencari kerja. Kegiatan tersebut juga menjadi awal dari upaya membangun komunikasi dan kerja sama berkelanjutan antara pemerintah daerah dengan pelaku industri, khususnya dalam memperoleh informasi kebutuhan tenaga kerja.
Syamsu menyebutkan, Job Fair yang telah dilaksanakan melibatkan 26 perusahaan dengan jumlah peserta sekitar 670 pencari kerja. Setelah kegiatan tersebut, Disnakertrans PPU terus menjalin komunikasi dengan perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi untuk menindaklanjuti peluang rekrutmen dan memperoleh informasi mengenai posisi yang dibutuhkan, namun proses tindak lanjut itu masih berlangsung.
Syamsu mengungkapkan bahwa hingga kini belum seluruh perusahaan menyampaikan informasi secara terperinci mengenai bidang pekerjaan dan kebutuhan tenaga kerja yang tersedia. Karena itu, pihaknya masih berupaya menghubungi perusahaan agar informasi lowongan dapat dihimpun dan disampaikan kepada masyarakat secara lebih jelas.
“kami sudah komunikasi dengan perusahaan untuk memberikan informasi peluang tenaga kerja di masing masing bidangnya,” ucapnya.
Menurut Syamsu, sektor perkebunan kelapa sawit dan perhotelan menjadi dua bidang yang cukup menonjol dalam peta peluang kerja di PPU. Meski demikian, pencari kerja tetap perlu memahami persyaratan setiap posisi, mempersiapkan keterampilan yang sesuai, serta bersikap terbuka terhadap berbagai jenis pekerjaan yang tersedia.
“Disini dominan perusahaan perkebunan sawit mas, sama baru baru ini perhotelan.”
Disnakertrans PPU berharap kolaborasi dengan dunia usaha dapat terus diperkuat sehingga informasi lowongan kerja semakin mudah diakses dan peluang penempatan tenaga kerja semakin terbuka. Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan lebih proaktif mencari informasi, meningkatkan keterampilan, dan tidak terpaku pada pekerjaan dengan gaji tinggi atau lingkungan kerja yang nyaman sejak awal.
“Mindset terkadang dapat mempengaruhi, seperti memilah milih pekerjaan dengan klasifikasi gaji yang tinggi padahal dapat dijadikan batu loncatan untuk mencari peluang kerja berikutnya yang lebih enak,” tutup Syamsu. (ADV)
Pewarta : Taufik

















