CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menjadikan jingle Ise Kabar Taka, sebagai salah satu identitas musikal daerah.
Sekretaris Bapelitbang PPU Arif Afandi menerangkan, setiap kegiatan resmi pemerintah hingga tingkat desa dan kelurahan, diarahkan menyanyikan jingle tersebut.
Apalagi, hal itu telah diatur melalui Surat Edaran Nomor 100.3.4/330/Tu-Pimp/Itpp-Bapelitbang tentang Penggunaan Jingle “Ise Kabar Taka”.
Arif Afandi menyampaikan, jingle ini karya Muhammad Ismail, yang meraih juara pertama Lomba Jingle Gebyar Gerbang Nusantara tingkat Kabupaten PPU 2025.
“Karya ini juga tercatat di Kementerian Hukum Republik Indonesia,” jelasnya, Jumat 18 September 2026. Arif verujar, jingle Ise Kabar Taka diciptakan sebagai upaya menghadirkan identitas musikal yang merepresentasikan karakter dan budaya masyarakat PPU.
Penggunaan bahasa Paser menjadi salah satu unsur yang memperkuat identitas tersebut.
Katanya, jingle ini dihasilkan melalui lomba inovasi yang dihelat untuk menciptakan identitas musikal daerah.
“Kami ingin PPU memiliki jingle yang mencerminkan budaya dan karakter masyarakat setempat,” imbuh Arif. Ia bilang, penggunaan bahasa Paser dalam “Ise Kabar Taka” tidak terlepas dari akar budaya masyarakat PPU.
Karena itu, pemerintah berharap jingle tersebut tidak hanya digunakan sebagai pelengkap kegiatan, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan identitas budaya daerah.
Melalui surat edaran Bupati Mudyat Noor, penggunaan jingle diterapkan dalam kegiatan resmi mulai dari tingkat kabupaten hingga desa dan kelurahan.
Pemerintah Kabupaten PPU juga mendorong masyarakat dan perusahaan yang berdomisili di wilayah ini untuk ikut menggunakannya.
Ia berharap penggunaan yang semakin luas dapat membuat jingle tersebut lebih dikenal dan menjadi penanda daerah.
Pihaknya mengaku telah mengatur penggunaannya melalui surat edaran bupati.
“Harapannya, jingle ini bisa menjadi ciri khas PPU sehingga masyarakat maupun orang dari luar daerah lebih mudah mengenalinya,” ujarnya.
Selain jingle, Bapelitbang PPU juga menyiapkan lomba penciptaan hymne daerah. Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya memperbarui identitas musikal daerah agar selaras dengan perkembangan dan arah pembangunan PPU saat ini.
Arif mengatakan, hymne yang selama ini digunakan belum memiliki pencatatan hak cipta dan masih memuat nuansa visi-misi kepala daerah terdahulu.
Karena itu, Pemkab PPU berencana menggelar lomba untuk menghasilkan hymne baru yang dapat merepresentasikan visi-misi kepemimpinan saat ini.
“Sekaligus memperkuat identitas PPU sebagai Gerbang Nusantara,” jelasnya. (ADV)
Pewarta: Agung

















