CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Kementerian Lingkungan Hidup KLH melakukan kolaborasi bersama Dinas Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Penajam Paser Utara PPU, Kalimantan Timur dalam melakukan pemantauan terhadap kualitas udara selama musim kemarau yang masih berlangsung di wilayah PPU.
Pengawasan dilakukan dengan memasang alat pemantau kualitas udara di sejumlah titik strategis di Kabupaten PPU. Keberadaan alat tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai perubahan kualitas udara dari waktu ke waktu, sehingga pemerintah memiliki data yang dapat digunakan sebagai dasar dalam menentukan langkah penanganan apabila terjadi peningkatan konsentrasi polutan di suatu wilayah.
Kepala Bidang Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kabupaten PPU, Rakhmadi, mengatakan pemantauan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi antara KLH dan pemerintah provinsi dalam mengamati kondisi kualitas udara secara berkala. Menurutnya, data hasil pemantauan diperlukan untuk melihat perubahan kualitas udara secara harian, terutama selama kondisi kemarau masih berlangsung.
“KLH dan pemerintah provinsi memasang alat uji emisi di sejumlah titik untuk melihat fluktuasi kualitas udara harian,” ujar Rakhmadi, Jumat (25/09/2026).
Pemasangan alat pemantauan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah kawasan yang memiliki karakter aktivitas berbeda. Sedikitnya terdapat empat area utama yang menjadi lokasi pemantauan, yakni zona transportasi, kawasan permukiman, perkantoran, dan kawasan industri. Pemilihan lokasi tersebut ditujukan untuk memperoleh gambaran kondisi udara dari berbagai lingkungan aktivitas masyarakat dan kegiatan ekonomi.
Rakhmadi menjelaskan, alat pemantau yang digunakan bersifat fleksibel sehingga penempatannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Posisi alat dapat dipindahkan maupun diperbarui secara berkala untuk mendukung proses pemantauan di sejumlah wilayah. Dengan pola tersebut, pemerintah dapat memperoleh data yang lebih beragam mengenai kondisi kualitas udara di Kabupaten PPU.
Berdasarkan hasil pemantauan terkini, sejumlah wilayah di Kabupaten PPU mulai menunjukkan adanya perbaikan kualitas udara. Meski demikian, kondisi tersebut belum terjadi secara merata di seluruh wilayah. Perbedaan kondisi cuaca, terutama curah hujan, menjadi salah satu faktor yang turut memengaruhi perkembangan kualitas udara di masing-masing kecamatan.
Kecamatan Penajam dan Kecamatan Waru, misalnya, dilaporkan mulai mengalami perbaikan kualitas udara setelah wilayah tersebut mendapatkan hujan dalam beberapa hari terakhir. Curah hujan membantu mengurangi partikel debu yang berada di udara, sehingga kondisi udara di kedua wilayah tersebut mulai menunjukkan perubahan dibandingkan sebelumnya.
Sementara itu, kondisi berbeda masih terjadi di Kecamatan Babulu dan Kecamatan Sepaku. Kedua wilayah tersebut dilaporkan belum mendapatkan curah hujan sehingga kondisi udaranya masih memerlukan perhatian. Pemantauan terhadap wilayah tersebut terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan kualitas udara selama musim kemarau berlangsung.
Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten PPU juga terus mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, khususnya pada siang hari ketika kondisi cuaca panas dan paparan polutan berpotensi meningkat. Imbauan tersebut ditujukan sebagai langkah pencegahan untuk mengurangi paparan udara yang kurang baik, terutama bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah.
Masyarakat yang tetap harus melakukan kegiatan di luar rumah juga diimbau menggunakan masker. Selain itu, warga diminta melakukan sejumlah langkah pencegahan di lingkungan tempat tinggal, seperti menutup pintu dan jendela ketika kualitas udara memburuk serta menghindari aktivitas yang dapat memperburuk kondisi udara.
Pemkab PPU juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah secara terbuka. Kebiasaan tersebut dapat menghasilkan asap dan partikel yang berpotensi memengaruhi kualitas udara di lingkungan sekitar. Warga juga dianjurkan menjaga kebersihan rumah secara rutin dengan metode yang dapat meminimalkan debu, sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi lingkungan selama musim kemarau.
Pemantauan kualitas udara yang dilakukan KLH bersama pemerintah daerah diharapkan dapat menghasilkan data yang akurat mengenai perkembangan kondisi udara di Kabupaten PPU. (ADV)
Pewarta : Taufik

















