CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menghentikan kebocoran kekayaan negara.
Selain itu, Kepala Negara juga menjanjikan untuk memperkuat kedaulatan pangan. Hal itu ia sampaikan, melalui keterangan resminya, dinukil Senin (25/5/2026).
Menukil dari keterangan pers, Prabowo menekankan pentingnya pengelolaan kekayaan nasional secara mandiri sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945.
Kepala Negara menegaskan, sumber daya alam Indonesia harus digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.
“Sekarang kekayaan-kekayaan kita, kita kelola sendiri. Kita tidak mau kekayaan kita dipermainkan orang-orang tertentu, oleh negara-negara tertentu. Dan ini sudah kita lakukan,” tegasnya.
Ia juga menegaskan penghentian kebocoran kekayaan negara harus terus dilakukan.
“Ini perintah dari Undang-Undang Dasar. Dan ini untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia, bukan segelintir,” tegas Presiden.
Presiden Prabowo juga kembali menyinggung pidatonya di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia pada 20 Mei 2026 lalu.
Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan besar, namun masih menghadapi persoalan kebocoran sumber daya negara yang harus segera dihentikan.
“Indonesia sungguh-sungguh sangat kaya, tapi terlalu banyak kekayaan kita bocor. Dan kebocoran ini harus kita hentikan,” ucapnya.
Presiden bersama para jajaran kabinet berjanji untuk menghentikan kebocoran tersebut.
Menurut Presiden Prabowo, seluruh upaya itu dilakukan agar kekayaan bangsa dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya kelompok tertentu.
“Kekayaan itu harus dinikmati seluruh rakyat Indonesia. Tidak hanya segelintir saja,” imbuh Presiden.
Selain menyinggung kebocoran, Presiden juga membahas soal kedaulatan pangan.
Menurutnya , pengelolaan mandiri sumber daya alam, dan penghentian kebocoran kekayaan negara menjadi fondasi utama menuju Indonesia yang lebih kuat, berdaulat, dan sejahtera.
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa dalam 19 bulan masa pemerintahannya, sejumlah capaian strategis telah berhasil diraih, terutama di sektor pangan nasional.
“Kita sekarang sudah swasembada pangan. Sudah swasembada beras, jagung, kemudian protein kita, telur, ayam, daging masih belum. Mungkin 5 tahun lagi kita swasembada daging. Pangan relatif aman,” ujar Presiden.
Presiden menilai capaian tersebut menjadi hal penting di tengah situasi dunia yang saat ini dipenuhi konflik dan ketidakpastian geopolitik.
Menurut Presiden, Indonesia harus tetap waspada dan memperkuat ketahanan nasional di berbagai sektor.
Pewarta: Puerto Andika
















