CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Sebanyak163 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperoleh modal usaha dari bank senilai Rp16,97 miliar.
Suntikan modal diberikan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Kalimantan Timur, dimana sejak 2025 hingga Maret 2026 telah memfasilitasi 163 pelaku UMKM.
Deputi Kepala BI Kaltim Bayuadi Haryanto, menyampaikan fasilitasi dilakukan setelah sebelumnya para pelaku mengikuti pembinaan melalui Business Matching Pembiayaan.
“Selain itu mereka juga mengikuti Edukasi dan Literasi Keuangan UMKM atau Bima Etam. Hingga Maret 2026, program Bima Etam masuk seri ke-11,” ujar Bayuadi, Rabu.
Ia bilang, program Bima Etam telah diikuti sebanyak 833 UMKM.
Setelah melalui seleksi, dari jumlah ini, BI Kaltim membantu penyaluran pembiayaan produktif kepada 163 UMKM dengan total nilai pembiayaan sebesar Rp16,97 miliar.
Menurut Bayuadi Haryanto melalui Bima Etam, maka pelaku UMKM juga dapat memanfaatkan layanan one stop solution untuk mendapat fasilitas pengecekan SLIK OJK (Sistem Layanan Informasi Keuangan yang dikelola Otoritas Jasa Keuangan/OJK).
Para pelaku UMKM juga bisa berkonsultasi ihwal pembiayaan LJK, dan mengikuti pelatihan pencatatan keuangan digital oleh Bl.
Katanya, Bima Etam salah satu bentuk program sinergi antara Bank Indonesia bersama OJK, pemerintah kabupaten/kota, lembaga jasa keuangan (LJK), dan mitra kerja terkait.
“Tujuannya untuk meningkatkan akses pembiayaan dan literasi keuangan bagi pelaku UMKM,” ujarnya.
Program Bima Etam, lanjut Bayuadi Haryanto, selama ini terus dilaksanakan secara konsisten hampir setiap bulan dan dilakukan bergiliran di kabupaten/kota di Kaltim.
Melalui program ini diharapkan para pelaku UMKM, termasuk UMKM yang bergerak di sektor pariwisata dapat lebih unggul, berdaya saing, dan mandiri.
Menurutnya, Kaltim memiliki potensi pariwisata besar mulai dari bentangan alam hingga warisan budaya seperti sarung tenun Samarinda, sehingga pariwisata berkelanjutan dan UMKM menjadi salah satu modal besar untuk terus dikembangkan, maka pihaknya pun terus melakukan pendampingan.
Ia mendorong agar ekonomi Kaltim ke depan tidak terus ditopang oleh sektor pertambangan, sehingga pengembangan desa wisata menjadi salah satu fokus pihaknya dalam upaya meningkatkan perputaran ekonomi lokal.
Pengembangan desa wisata, lanjutnya, tidak hanya dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, hingga memperkuat identitas budaya lokal.
Untuk itu, BI Kaltim berperan aktif dalam mengembangkan pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif, salah satunya di Kampung Tenun Samarinda sejak 2014, antara lain melalui pembinaan UMKM yang menghasilkan karya-karya tenun maupun inovasi produk turunan, perbaikan galeri/showcase UMKM, serta dukungan pada atraksi di Wisata Kampung Tenun.
“Tahun ini, kami melanjutkan komitmen dalam pengembangan Wisata Kampung Tenun Samarinda, yakni melalui program UMKM subsisten, UMKM hijau, dan UMKM pariwisata,” ujar Bayuadi.
Pewarta: Taufik

















