CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat mewaspadai potensi hujan lebat disertai angin kencang pada Kamis hingga Sabtu (7/3/2026).
Peringatan BMKG ini sebagai salah satu upaya mitigasi terhadap kemungkinan terjadinya bencana.
“Mulai hari ini hingga dua hari ke depan sejumlah wilayah Kaltim berpotensi mengalami hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang,” papar Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Carolina Meylita Sibarani, Kamis (5/3/2026).
Carolina merinci, pada Kamis diperkirakan hujan lebat terjadi di Kabupaten Kutai Timur, tepatnya di empat kecamatan meliputi Kecamatan Bengalon, Rantau Pulung, Telen, dan Kecamatan Teluk Pandan.
Selanjtnya di hari Jumat (6/3) hujan diperkirakan masih terjadi di Kabupaten Kutai Timur, diperkirakan melanda di tiga kecamatan yakni Busang, Kombeng, dan Kecamatan Telen.
Lalu pada Sabtu, (7/3) hujan lebat yang dapat disertai dengan petir dan angin kencang sesaat, diperkirakan melanda di empat kabupaten, yakni Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, dan Kabupaten Mahakam Ulu.
Rinciannya Kutai Barat, hanya akan terjadi di satu kecamatan, yakni Kecamatan Penyinggahan.
Selanjutnya di Kutai Kartanegara akan terjadi di empat kecamatan yakni Kembang Janggut, Kenohan, Tabang, dan Kecamatan Tenggarong.
Kemudian di Kabupaten Kutai Timur akan terjadi pada delapan kecamatan, meliputi Kecamatan Batu Ampar, Busang, Kaliorang, Kaubun, Long Mesangat, Muara Ancalong, Muara Bengkal, dan Kecamatan Telen.
Selain itu, lanjutnya, di Kabupaten Mahakam Ulu, hujan lebat yang dapat disertai angin kencang diperkirakan terjadi pada dua kecamatan.
“Yaitu Kecamatan Long Bagun dan kecamatan Long Hubung,” kata Olin, sapaan akrabnya.
Ia mengingatkan agar peringatan ini menjadi perhatian karena permukiman pada banyak kabupaten di Kaltim berada dekat bantaran sungai.
Sehingga ketika terjadi hujan lebat, maka sungai meluap dan berpotensi membanjiri kawasan pemukiman penduduk. Termasuk kemungkinan terjadinya longsor karena topografi Kaltim yang berbukit dengan lereng curam.
Pewarta: Taufik

















