CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID — Regenerasi petani menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian di Kabupaten Penajam Paser Utara PPU, Kalimantan Timur. Minimnya minat generasi muda untuk terjun langsung mengelola usaha tani dinilai dapat memengaruhi ketersediaan sumber daya manusia yang akan melanjutkan kegiatan pertanian pada masa mendatang.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten PPU, Gunawan, mengatakan fenomena penuaan petani atau aging farmer menjadi persoalan yang perlu diantisipasi bersama. Menurutnya, keberlanjutan sektor pertanian tidak cukup hanya mengandalkan petani yang saat ini masih aktif, tetapi juga membutuhkan keterlibatan generasi penerus yang siap mengelola lahan dan mengembangkan usaha tani.
Gunawan mengatakan bahwa ketertarikan anak muda terhadap profesi petani masih tergolong rendah. Meskipun sudah ada generasi muda yang mulai berkecimpung di sektor pertanian, jumlah mereka yang terlibat secara langsung dalam kegiatan budi daya tanaman masih terbatas. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi upaya memperkuat regenerasi petani di daerah.
“Sebenarnya ada regenerasi petani muda, hanya saja yang berkecimpung secara langsung itu masih minim,” ujarnya. Sabtu, 10 Oktober 2026.
Menurut Gunawan, keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian perlu terus ditingkatkan, terutama dalam kegiatan produksi yang membutuhkan tenaga dan keterampilan pengelolaan secara berkelanjutan. Keberadaan anak muda yang memiliki keterkaitan dengan sektor pertanian belum sepenuhnya menjamin tersedianya petani penerus apabila mereka belum mengambil peran langsung dalam kegiatan budi daya.
Gunawan menilai, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana membangun pandangan baru di kalangan generasi muda terhadap profesi petani. Pertanian diharapkan tidak lagi dipandang sebagai pekerjaan yang kurang menjanjikan, melainkan sebagai sektor yang memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi sumber penghidupan sekaligus usaha produktif dalam jangka panjang.
“Besar harapan kami nanti ada regenerasi yang menjadikan pertanian ini bukan pilihan terakhir dalam menjalani kehidupan, tetapi pertanian akan jauh lebih menarik,” harapnya.
Untuk mewujudkan harapan tersebut, diperlukan upaya berkelanjutan dalam memperkenalkan potensi pertanian kepada generasi muda. Pemahaman mengenai peluang usaha, pengelolaan lahan, serta perkembangan sektor pertanian diharapkan dapat mendorong anak muda melihat bidang ini sebagai pilihan pekerjaan yang layak dipertimbangkan.
Gunawan menegaskan, mendorong regenerasi petani bukanlah tanggung jawab satu pihak semata. Diperlukan kerja sama berbagai unsur untuk meningkatkan ketertarikan generasi muda, sekaligus membangun kesadaran mengenai pentingnya keberadaan petani dalam menjaga ketersediaan pangan dan keberlangsungan kegiatan produksi pertanian.
Menurutnya, dukungan yang saling melengkapi menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi penerus sektor pertanian. Dengan keterlibatan berbagai pihak, diharapkan semakin banyak anak muda yang bersedia terjun langsung ke usaha tani dan mengambil peran dalam pengelolaan pertanian di Kabupaten PPU.
Regenerasi petani diharapkan mampu memperkuat keberlanjutan sektor pertanian sekaligus menjaga ketersediaan pelaku usaha tani pada masa mendatang. Peningkatan minat generasi muda menjadi langkah penting agar pertanian PPU dapat terus berkembang, beradaptasi dengan perubahan zaman, serta mempertahankan perannya dalam mendukung produksi pangan dan perekonomian daerah. (ADV)
Pewarta : Taufik

















