CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Pesona Ibu Kota Nusantara- IKN, kian memantik geliat masyarakat untuk melihat langsung pembangunan di sana. Hal ini membawa perubahan positif bagi wilayah sekitar, termasuk ihwal putaran ekonomi warga.
Magnet IKN yang kuat membuat Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendorong masyarakat agar tidak hanya menjadi penonton.
Melainkan ikut mengambil peluang ekonomi yang tumbuh di tengah perkembangan kawasan IKN. Demikian disampaikan Sekretaris Daerah PPU, Tohar.
Ia menilai, magnet IKN tidak cukup dilihat dari pembangunan infrastruktur semata. Masyarakat PPU sebagai salah satu daerah penyangga perlu dipersiapkan agar memiliki kemampuan dan usaha yang sesuai perkembangan aktivitas ekonomi di sekitar IKN.
Menurut Tohar pembangunan infrastruktur membuat konektivitas wilayah semakin terbuka. Namun, dampak ekonomi lebih luas membutuhkan proses waktu, menyusul meningkatnya mobilitas orang dan barang.
“Dampak ikutannya memag butuh waktu. Nantinya kemajuan daerah ditandai mobilisasi orang dan barang,” kata Tohar, Senin 21 September 2026.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten PPU terus memperkuat kesiapan sumber daya manusia, mulai pendidikan sampai keterampilan kerja. Pihaknya beradzam meningkatkan kualitas SDM PPU.
Bagi anak usia sekolah, lanjut Tohar, Pemkab PPU mendorong pemenuhan wajib belajar.
Adapun masyarakat yang ingin memasuki dunia kerja diarahkan mengikuti pelatihan melalui Balai Latihan Kerja (BLK), dengan materi yang disesuaikan kebutuhan pasar kerja.
Pemerintah Kabupaten PPU juga membuka akses pendidikan tinggi melalui program beasiswa. Program ini melengkapi dukungan pendidikan yang diberikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Selain SDM, sektor usaha lokal juga menjadi perhatian. Pemkab PPU berupaya memperluas akses pembiayaan sekaligus membuka pasar yang lebih besar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Salah satunya lewat fasilitas kredit bagi pelaku usaha serta pembiayaan alat dan mesin pertanian (alsintan) dengan bunga yang relatif rendah.
Pertama, penyertaan dana ke perbankan untuk kredit alsintan pertanian dengan bunga sangat murah, sekitar 4 persen.
“Kedua, fasilitas kredit UMKM,” jelas Tohar.
Selama ini pihaknya juga memanfaatkan kawasan Alun-alun Penajam- Penyembalum, sebagai salah satu ruang tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.
Kegiatan rutin setiap malam minggu menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan sekaligus menjual produk mereka kepada masyarakat.
Kata Tohar, jumlah pelaku usaha yang sebelumnya hanya sekitar 29 UMKM kini telah berkembang menjadi ratusan. Selain membuka ruang jualan secara langsung, Pemkab PPU juga mendorong produk lokal masuk ke pasar digital.
Fasilitasi dilakukan melalui perangkat daerah terkait, termasuk membuka akses ke sejumlah platform perdagangan elektronik. (ADV)
Pewarta: Agung

















