CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Direktur ABC Riset & Consulting, Erizal dalam keterangannya, menyebut terpilihnya Gibran Rakabuming Raka sebagai Wapres pendamping Presiden Prabowo Subianto sebuah kecelakaan sejarah yang dampaknya masih terasa sampai sekarang.
“Makin lama makin terasa bahwa itu nafsu berkuasa yang kelewatan dan sulit untuk dibela,” kata Erizal, pada Kamis (19/2/2026).
Karena itu, Erizal melihat Prabowo tak akan melakukan kesalahan sama seperti Jokowi.
Menurutnya, Prabowo tidak akan memilih cawapres yang masih muda pada periode keduanya. “Karena cawapres muda berpeluang ditolak mitra koalisi lainnya,” kata Erizal.
Erizal mengusulkan Prabowo menggandeng Menhan Sjafrie Sjamsoeddin maju di Pilpres 2029.
“Sjafrie sahabat karib Presiden Prabowo, dalam suka dan duka. Kualitas pun relatif sama. Lebih muda setahun dari Presiden Prabowo,” kata Erizal.
Sebelumnya, Erizal juga menyebut era Joko Widodo alias Jokowi berjasa atas keterpilihan Prabowo Subianto di Pilpres 2024 sudah berlalu. Ia menuliskan padangannya melalui akun Facebook pribadinya.
“Benar sekali bahwa Prabowo tak akan melupakan orang yang sudah berjasa dalam hidupnya. Bahkan orang yang sudah menyulitkan hidupnya pun, tetap diberikan tempat,” kata Erizal.
Tapi, kata Erizal, hal itu bukan berarti Prabowo harus memenuhi keinginan Jokowi dengan cara tetap menggandeng Gibran Rakabuming Raka sebagai Cawapres pada Pilpres 2029 nanti.
“Jangankan Prabowo, partai-partai yang mau mendukung Prabowo saja tak berselera majukan Gibran,” kata Erizal.
Erizal juga menekankan bahwa tidak benar tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintahan yang mencapai angka 79,9 persen itu adalah kontribusi Gibran sebagai Wapres.
“Tidak pernah ada tingkat kepuasan pemerintahan itu terkait kinerja Wakil Presidennya. Baik di era SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) maupun di era Jokowi,” kata Erizal.
RMOL

















