CENDANA NETWORK, DARIMEDIA.ID – Rabi Yahudi asal Israel-Amerika Yehuda Kaploun, resmi ditunjuk Presiden AS Donald Trump sebagai Utusan Khusus untuk Memantau dan Memerangi Antisemitisme (SEAS).
Ia diketahui menyasar kurikulum pendidikan di Indonesia agar lebih pro-Israel.
Dalam konferensi pers yang digelar Jerusalem Post, ia membeber rencananya untuk menyasar perubahan kurikulum pendidikan di berbagai negara dunia, terutama di Indonesia.
“Intinya, pendidikan. Indonesia punya 350 juta Muslim hidup di negara mereka. Bagaimana kita akan mengubah buku pendidikan mereka?” ujarnya dilansir Jerusalem Post beberapa waktu lalu.
“Bagaimana kita bisa menunjukkan orang-orang di Gaza yang seharusnya bertanggung jawab,” imbuhnya.
Dalam keterangannya, ia memaparkan rencana untuk menggunakan perannya di Departemen Luar Negeri AS untuk memanipulasi sejarah dan kebenaran melalui pendidikan, secara global, dan platform online, untuk melayani kepentingan Israel.
Ia berujar, akan mendesak perubahan pada buku pelajaran sekolah yang didanai PBB dan mendesak agar negara tersebut bertanggung jawab jika revisi tersebut tidak diterapkan.
Serta memastikan kurikulum selaras dengan standar yang ditetapkan AS.
Rabbi Yehuda Kaploun dikukuhkan Senat AS pada Kamis pekan lalu sebagai utusan khusus berikutnya untuk memantau dan memerangi antisemitisme.
Jabatan ini termasuk peran setingkat duta besar di Departemen Luar Negeri yang bertujuan untuk mengoordinasikan upaya AS untuk menghadapi antisemitisme secara global.
Pernyataan Utusan Khusus Presiden AS Rabi Yehuda Kaploun soal rencana menginfiltrasi kurikulum pendidikan Indonesia.
Pengukuhannya mengisi jabatan yang sempat kosong pada periode yang ditandai dengan lonjakan insiden antisemit baik di Amerika Serikat maupun di luar negeri.
Kaploun, seorang pengikut gerakan Chabad Hasid, seorang pengusaha Miami, dan juru kampanye Trump pada 2024, dikukuhkan sebagai bagian dari paket nominasi yang lebih luas setelah Senat setuju untuk mengajukan nominasi untuk perdebatan dan pemungutan suara.
Konfirmasinya diperoleh dari hasil suara yang terbagi 53-43 berdasarkan partai, dengan Partai Republik memilih ya dan Demokrat memilih tidak.
Kaploun bersaksi pada November bahwa pendidikan dan keterlibatan bipartisan sangat penting dalam memerangi kebencian terhadap Yahudi, sebuah tema yang dia tegaskan kembali dalam wawancara dan dengar pendapat menjelang pengukuhannya.
Ia dikukuhkan meski ada tentangan dari Partai Demokrat, dengan para kritikus berpendapat bahwa pernyataan dan aktivitas politiknya di masa lalu mencerminkan pendekatan partisan yang terang-terangan.
Bahkan menimbulkan kekhawatiran tentang kemampuannya untuk menjalankan peran yang secara kredibel dalam peran yang secara tradisional mencari kepercayaan bipartisan.
Dalam wawancara tatap muka di The Jerusalem Post Washington Conference pada Rabu, Rabi Yehuda Kaploun menggambarkan hubungan jangka panjang dengan Presiden Donald Trump dan komitmen presiden terhadap keamanan Yahudi.
Ia mengatakan Trump diam-diam membantu keluarga-keluarga mendapatkan perawatan yang menyelamatkan nyawa dan “sangat peduli terhadap stafnya dan keluarga mereka.”
Pendidikan akan menjadi agenda utama, katanya. “Saya ingin mengalihkan pembicaraan ke pro-Semitisme. Kita harus pro-Semit, dan kita perlu mendidik, mendidik, mendidik.”
Ia berjanji akan meneliti hasutan dalam materi pendidikan dan menuntut akuntabilitas dari badan-badan internasional yang menerima dana dari AS.
Israel diketahui sejak lama memantau kurikulum pendidikan Indonesia. Kerja ini dilakukan di Tanah Air oleh lembaga pemikir Inggris-Israel IMPACT.
Mereka berdalih memantau konten perdamaian dan toleransi budaya dalam pendidikan sekolah.
Laporan lembaga ini pada 2023 mengenai kurikulum sekolah di Indonesia menunjukkan bahwa kurikulum tersebut sebagian besar bersifat toleran, mendorong perdamaian dan hidup berdampingan. Penelitian ini dilakukan bekerja sama dengan Ruderman Family Foundation.
“Hal ini sangat menggembirakan, mengingat besarnya Indonesia dan pengaruhnya di Asia dan sekitarnya,” kata CEO IMPACT-se Marcus Sheff dilansir Jewish News Syndicate.
“Kami percaya bahwa perspektif seimbang mengenai hubungan internasional yang sudah ada dalam buku teks, yang mencakup kesabaran yang mengesankan dari penjajah kolonial, adalah landasan yang kuat untuk mengatasi narasi yang tidak memuaskan mengenai Israel saat ini, dan untuk memajukan hubungan antara kedua negara,” imbuhnya.
Jay Ruderman, anggota dewan IMPACT-se dan presiden Ruderman Family Foundation, mengatakan, laporan tersebut mengungkapkan kurikulum Indonesia memasukkan pendidikan Holocaust hanya ke dalam pendidikan Kristen dan kurangnya informasi faktual tentang sejarah Israel.
“Penelitian ini memberikan secercah harapan mengenai kemungkinan hubungan antara Indonesia dan Israel di masa depan.”
Pewarta: Widy

















